MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kampung Narkoba Samarinda Dijaga 31 Sniper, Bareskrim Bongkar Sistem Transaksi Sabu Berlapis

Publisher: Redaktur 18 Mei 2026 3 Min Read
Share
Penangkapan 11 orang dari Kampung Narkoba Samarinda (Dok istimewa)
Ad imageAd image

SAMARINDA,  Memoindonesia.co.id – Bareskrim Polri membongkar sistem penjagaan ketat kampung narkoba Gang Langgar di Samarinda, Kalimantan Timur, yang menggunakan puluhan sniper bersenjata komunikasi HT untuk mengawasi transaksi sabu, Minggu 17 Mei 2026.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjenpol Eko Hadi Santoso mengungkapkan, sindikat narkoba tersebut memiliki pola pengamanan berlapis agar aktivitas peredaran sabu tidak mudah terendus aparat penegak hukum.

“Sindikat ini mempekerjakan puluhan pengawas yang disebut sniper, dibekali alat komunikasi Handy Talky (HT) untuk memantau pergerakan aparat dan pembeli. Pada malam hari jumlahnya mencapai 31 orang, sementara siang hari berjumlah 22 orang,” kata Eko.

Menurutnya, lapisan pengawasan dimulai dari area luar kampung narkoba hingga titik transaksi di Blok F Gang Langgar. Para sniper bertugas memberi kode apabila ada pembeli maupun pergerakan aparat kepolisian.

Baca Juga:  Ditjenpas Tegaskan Ammar Zoni Tetap Kembali ke Nusakambangan Usai Sidang

“Tersangka yang berperan sebagai sniper atau pengawas yang berada di depan minimarket akan memberikan kode ‘masuk-masuk’ menggunakan tangan secara tersirat, kemudian sniper akan memberi informasi melalui Handy Talky,” ujarnya.

Setelah mendapat kode, pembeli sabu akan diarahkan memasuki Gang Langgar dengan pengawalan para pengawas yang berjaga di sepanjang jalan menuju lokasi transaksi.

“Pada sepanjang jalan sebelum mencapai Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang Handy Talky, termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di lapak GG Langgar Blok F,” jelasnya.

Eko menambahkan, pembeli yang datang berboncengan tidak diperbolehkan masuk bersamaan ke titik transaksi. Salah satu harus turun dan menunggu di perempatan yang juga dijaga sniper.

Baca Juga:  Sidang Dakwaan Kasus Senjata Ilegal Dito Mahendra Digelar Hari Ini

“Kemudian pada perempatan Gang Blok F Gang Langgar, sniper mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut,” ungkapnya.

Di lokasi transaksi, pembeli menyerahkan uang sesuai jumlah sabu yang dibeli. Polisi mengungkap harga satu klip kecil sabu dipatok Rp150 ribu.

“Pengguna yang sudah dapat masuk hingga lokasi penjualan di Blok F Gang Langgar akan memberikan uang sesuai jumlah kebutuhan, di mana satu klip kecil dihargai Rp150 ribu dan kelipatannya,” tuturnya.

Selain menangkap 11 orang, tim gabungan Bareskrim juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi yang diduga menjadi pusat pengendalian transaksi narkoba milik H Endi yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga:  Kakanwil Kemenkumham Kalimantan Timur Ajak Jajaran Komitmen Melaksanakan Tugas dengan Optimal

“Tim gabungan juga berhasil mengamankan dua kamera pengawas, satu samurai, dan puluhan amplop,” kata Eko.

Polisi juga menyita satu unit komputer merek ASUS serta satu drone DJI Mavic yang diduga digunakan untuk memantau situasi di sekitar kampung narkoba.

Sementara itu, Kanit 2 Subdit 4 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Bayu Putra Samara menyebut sindikat narkoba Gang Langgar telah beroperasi selama empat tahun dan beberapa kali lolos dari penggerebekan aparat.

“Sindikat ini cukup licin karena beberapa kali dilakukan operasi oleh polisi setempat, namun tidak berhasil,” ucap Bayu.

Dalam operasi terbaru, seluruh pelaku berhasil diringkus dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut. HUM/GIT

TAGGED: Bareskrim Polri, drone narkoba, gang langgar, ht pengawas, Kalimantan Timur, kampung narkoba, narkoba samarinda, penggerebekan narkoba, peredaran sabu, sindikat narkoba, sniper narkoba, transaksi sabu
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Ironi Kuansing, Dua Bupati Berturut-turut Terjaring OTT KPK dalam Kasus Dugaan Suap
3 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko didampingi jajaran imigrasi pusat dan kanwil Jatim memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya.
Imigrasi Gandeng KPK, Perkuat Integritas Demi Hadirkan Layanan Publik yang Bersih dan Tepercaya
2 Juli 2026
Bupati Kuansing Suhardiman Amby Kena OTT KPK, Diduga Terima Suap Pajero hingga Land Cruiser
2 Juli 2026
Hakim Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara, Sebut Perbuatan Korupsi Terencana
2 Juli 2026
Hakim Tolak Uang Pengganti Rp 4,8 Triliun Kasus Nadiem Makarim, Sarankan Gunakan TPPU
2 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Ironi Kuansing, Dua Bupati Berturut-turut Terjaring OTT KPK dalam Kasus Dugaan Suap
3 Juli 2026
Bupati Kuansing Suhardiman Amby Kena OTT KPK, Diduga Terima Suap Pajero hingga Land Cruiser
2 Juli 2026
Hakim Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara, Sebut Perbuatan Korupsi Terencana
2 Juli 2026
Hakim Tolak Uang Pengganti Rp 4,8 Triliun Kasus Nadiem Makarim, Sarankan Gunakan TPPU
2 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Ironi Kuansing, Dua Bupati Berturut-turut Terjaring OTT KPK dalam Kasus Dugaan Suap

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko didampingi jajaran imigrasi pusat dan kanwil Jatim memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya.
Imigrasi

Imigrasi Gandeng KPK, Perkuat Integritas Demi Hadirkan Layanan Publik yang Bersih dan Tepercaya

Korupsi

Bupati Kuansing Suhardiman Amby Kena OTT KPK, Diduga Terima Suap Pajero hingga Land Cruiser

Korupsi

Hakim Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara, Sebut Perbuatan Korupsi Terencana

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?