SIDOARJO, Memoindonesia.co.id — Operasi senyap Imigrasi Surabaya berbuah hasil. Tiga warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tak berkutik setelah terbongkar menyalahgunakan visa dan izin tinggal di wilayah Jawa Timur.
Pengungkapan ini merupakan hasil Operasi Wirawaspada Serentak April 2026 yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya selama 7–10 April 2026.
Operasi di bawah komando Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Dodi Gunawan Ciptadi itu, menyisir 12 titik di Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.
Hasilnya tegas: tiga pria berinisial DJ, ZZ, dan ZY terbukti melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan visa dan izin tinggal yang mereka kantongi.
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, yang didampingi Kabid Tikkim Mohammad Rio Andireza, Kasi Penindakan Regi Haris Sasongko, dan Kasi Pengawasan Renza Karsa Karim, menegaskan pelanggaran ini bukan perkara sepele.
“Faktanya ada ketidaksesuaian antara dokumen keimigrasian dengan kegiatan di lapangan. Ini pelanggaran serius dan sedang kami dalami,” tegas Agus dalam keterangannya.
Ketiga WNA asal Tiongkok tersebut kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas sudah menanti.
“Langkah kami jelas: Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi. Ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011,” sambung alumni Akademi Imigrasi (AIM) angkatan ke-5 ini.
Operasi Wirawaspada sendiri merupakan instruksi langsung dari Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan, pelayanan, sekaligus penegakan hukum demi menjaga kedaulatan negara.
Imigrasi Surabaya menegaskan tidak akan lengah. Pengawasan terhadap warga negara asing akan terus digencarkan, termasuk melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).
Di sisi lain, masyarakat diminta ikut ambil peran. “Kalau ada aktivitas mencurigakan oleh warga asing, segera laporkan. Peran masyarakat sangat penting dalam membantu pengawasan,” pungkas Agus. HUM/BAD

