PEKANBARU, Memoindonesia.co.id – Pihak Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau memastikan pelaku pembacokan mahasiswi Faradilla Ayu Pramesti, Raihan Mufazzar, terancam diberhentikan setelah proses penilaian tim etik kampus, Sabtu, 28 Februari 2026.
Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Magfirah Ibu Abu Bakar, mengatakan pihak kampus telah membentuk tim etik untuk memproses pelanggaran tersebut, sementara proses hukum diserahkan kepada kepolisian.
“Kami sudah membentuk tim etik. Untuk masalah hukum kita serahkan ke pihak kepolisian,” kata Magfirah, Sabtu 28 Februari 2026.
Ia menyebut keputusan mengenai status Raihan sebagai mahasiswa akan segera ditetapkan setelah tim etik menyelesaikan penilaian.
“Untuk di kampus ada namanya tim kode etik kampus. Kalau kita lihat pasalnya ini memang kesalahan berat, tim sedang kerja dan bisa jadi rekomendasi akhirnya adalah diberhentikan atau DO,” kata Magfirah.
Menurutnya, perbuatan pelaku yang membacok korban di lingkungan kampus termasuk kategori pelanggaran berat dan telah mencoreng nama baik institusi.
“Kita tidak mendahului tim etik independen. Tapi dari perbuatannya sangat jelas sekali, maka paling lama 1 bulan sudah keputusan karena tidak ada yang perlu diklarifikasi. Itu kan sudah jelas semua,” ujar Dekan.
Pihak kampus menegaskan keputusan akhir akan diambil paling lama satu bulan setelah proses etik rampung. HUM/GIT


