MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Ponpes Al-Khoziny Kembali Gelar Kegiatan Belajar, Alumni Siapkan Beasiswa untuk Korban

Publisher: Redaktur 18 Oktober 2025 2 Min Read
Share
Garis polisi masih terpasang di area bangunan utama tempat ambruknya musala yang menewaskan puluhan santri.
Ad imageAd image

SIDOARJO, Memoindonesia.co.id  – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo kembali membuka kegiatan belajar mengajar setelah sempat terhenti akibat ambruknya bangunan musala pada Senin, 29 September 2025, yang menelan 63 korban jiwa.

Ketua Alumni Ponpes Al-Khoziny, KH Zaenal Abidin, mengatakan sejumlah santri mulai kembali ke pondok sejak Jumat 17 Oktober 2025. Pihak pesantren telah menyiapkan fasilitas sementara untuk menampung para santri yang kembali.

“Insyaallah malam ini sudah mulai ada santri yang kembali, karena sudah kami sampaikan melalui WA dan telepon. Khususnya santri yang sedang kuliah, juga yang Aliyah dan Tsanawiyah, sudah kami perbolehkan untuk kembali ke pondok,” ujar Zaenal, Jumat 17 17 Oktober 2025.

Baca Juga:  Tim DVI Ungkap Kendala Identifikasi Sisa Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny

Zaenal menjelaskan, kegiatan belajar sementara akan dipusatkan di kampus 2 Ponpes Al-Khoziny karena area musala dan bangunan utama masih dipasangi garis polisi. “Untuk sementara, karena masih ada police line, kami gunakan kampus 2. Sudah kami hitung jumlah calon santri yang akan kembali, insyaallah sudah mencukupi,” jelasnya.

Meski belum dapat memastikan jumlah santri yang akan kembali, pihak pondok menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pendidikan.

“Yang penting kewajiban keluarga ndalem adalah memberikan pelayanan pendidikan agar proses pembelajaran tidak terbengkalai,” tuturnya.

Selain memulihkan kegiatan pendidikan, para alumni juga berkomitmen membantu pemulihan para korban, terutama yang mengalami luka berat atau cacat fisik.

Baca Juga:  BNPB Sebut 27 Santri Masih Tertimbun Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

“Kami bersama para alumni siap mencarikan dana. Untuk korban yang mengalami cacat fisik, akan kami kawal agar mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2. Kami juga sudah menyiapkan program trauma healing dengan mendatangi rumah korban,” ungkap Zaenal.

Ia menambahkan, jaringan alumni Ponpes Al-Khoziny tersebar di berbagai kabupaten hingga luar negeri dan siap membantu proses pemulihan para santri pasca musibah.

Terkait kondisi bangunan ponpes yang sebelumnya dinilai tidak layak, Zaenal menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada hasil investigasi para ahli dan proses hukum yang sedang berjalan.

“Soal bangunan kami serahkan ke pengacara. Kami menunggu hasil investigasi para ahli. Kalau memang rekomendasinya harus dibongkar atau diperbaiki, kami siap melaksanakannya,” tandasnya. HUM/GIT

Baca Juga:  Polda Jatim Periksa 17 Saksi Kasus Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny, Belum Ada Tersangka
TAGGED: alumni, beasiswa korban, kegiatan belajar, Ketua Alumni Ponpes Al-Khoziny, KH Zaenal Abidin, Ponpes Al Khoziny
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Korek Api hingga Jeriken BBM Disita
23 Agustus 2026
Kasus Suap Rektor Unsoed, Satu Calon Mahasiswa Batal Masuk Fakultas Kedokteran
23 Agustus 2026
PDI-P Jatim Bidik Kemenangan Pileg dan Pilgub 2029, Said Abdullah: Sudah Saatnya Punya Gubernur
23 Agustus 2026
Bos Resto Korea Surabaya Diduga Kabur ke Korsel Meski Dicekal, Polisi Disorot
23 Agustus 2026
Bos Restoran Korea di Surabaya Diduga Lecehkan Karyawan, Korban Diancam hingga Diberi Rp 500 Ribu
23 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kasus Suap Rektor Unsoed, Satu Calon Mahasiswa Batal Masuk Fakultas Kedokteran
23 Agustus 2026
PDI-P Jatim Bidik Kemenangan Pileg dan Pilgub 2029, Said Abdullah: Sudah Saatnya Punya Gubernur
23 Agustus 2026
Bos Resto Korea Surabaya Diduga Kabur ke Korsel Meski Dicekal, Polisi Disorot
23 Agustus 2026
Bos Restoran Korea di Surabaya Diduga Lecehkan Karyawan, Korban Diancam hingga Diberi Rp 500 Ribu
23 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Korek Api hingga Jeriken BBM Disita

Korupsi

Kasus Suap Rektor Unsoed, Satu Calon Mahasiswa Batal Masuk Fakultas Kedokteran

Politik

PDI-P Jatim Bidik Kemenangan Pileg dan Pilgub 2029, Said Abdullah: Sudah Saatnya Punya Gubernur

Hukum

Bos Resto Korea Surabaya Diduga Kabur ke Korsel Meski Dicekal, Polisi Disorot

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?