JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi mengganti logo dengan gambar kepala singa bermahkota oranye yang memuat enam unsur filosofi kepemimpinan, keberanian, keadilan, dan kesejahteraan rakyat, Sabtu 7 November 2026.
Perubahan logo tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum Nomor M.HH-5.AH.11.03 Tahun 2026 tentang Nama, Lambang atau Tanda Gambar Partai Hanura.
Keputusan itu ditandatangani Menteri Hukum Supratman Andi Agtas pada 3 Juli 2026.
Dalam dokumen tersebut, kepala singa menjadi simbol utama logo baru Hanura. Secara keseluruhan, lambang itu dimaknai sebagai pengemban amanah hati nurani rakyat yang senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
Berikut enam unsur filosofi logo baru Partai Hanura:
1. Kepala Singa
Kepala singa melambangkan kepemimpinan yang amanah dan bertanggung jawab, keberanian memimpin di garis depan perjuangan, serta penjaga keadilan sosial dan kedaulatan bangsa.
Selain itu, simbol tersebut menggambarkan kekuatan yang berpihak kepada rakyat, daerah, dan negara. Kekuasaan dimaknai sebagai alat untuk menjaga, melindungi, dan menyejahterakan rakyat.
2. Komposisi dan Garis Tegas 17-8-45
Unsur ini melambangkan semangat Proklamasi sebagai garis perjuangan, kedisiplinan, dan ketegasan sikap politik.
Komposisi tersebut juga mencerminkan karakter rasional, progresif, dan berprinsip serta konsistensi perjuangan untuk mewujudkan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
Selain itu, unsur ini menegaskan bahwa negara berdiri atas kehendak bangsa sendiri.
3. Tatapan Mata ke Depan
Tatapan mata ke depan menggambarkan visi masa depan yang jelas dan terarah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Unsur tersebut juga melambangkan konsistensi pada garis ideologi perjuangan politik bangsa, otoritas yang bersumber dari legitimasi moral, serta kepemimpinan tegas yang berpihak pada keadilan, kebenaran, dan kemakmuran.
4. Wajah Putih
Wajah putih melambangkan integritas dan moralitas sebagai fondasi kekuasaan serta kemurnian niat dalam pengabdian.
Unsur ini juga menggambarkan pemimpin yang adil, objektif, dan tidak diskriminatif. Kekuatan kepemimpinan harus berlandaskan kejujuran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan sehingga berani, bersih, dan dapat dipercaya.
5. Huruf H Merah
Huruf H berwarna merah melambangkan keberanian melawan ketidakadilan dan militansi dalam perjuangan politik.
Simbol tersebut juga menegaskan Hanura sebagai rumah nurani rakyat dengan kepemimpinan yang tidak berjarak, terhubung, dan responsif.
Selain itu, kekuasaan harus tunduk pada nilai etika dan hati nurani serta mencerminkan harmoni dan kemanusiaan untuk tumbuh dan maju bersama.
6. Mahkota Kunyit atau Emas
Mahkota berwarna kunyit atau emas melambangkan kekuasaan untuk mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, dan kedaulatan ekonomi rakyat.
Unsur ini sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan dan legitimasi merupakan mandat dari rakyat. HUM/GIT

