MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK, Nama Menteri Nusron Wahid Terseret

Dirjen PTPR Kementerian ATR/BPN Ikut Diamankan

Publisher: Admin 15 September 2026 4 Min Read
Share
Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri ikut diamankan oleh KPK.
Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri ikut diamankan oleh KPK.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta.

OTT ini sekaligus memunculkan informasi mengejutkan soal puluhan koper dan kardus berisi uang tunai yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp100 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, Selasa, 15 September 2026, tim KPK mengamankan sekitar 20 koper maupun kardus dari kediaman mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto alias Gus Arif di kawasan Cibubur, Senin (14/9/2026).

Di dalamnya terdapat uang tunai dalam pecahan rupiah dan valuta asing (valas). Nilainya masih dalam proses penghitungan KPK, namun informasi yang beredar menyebut nominalnya sekitar Rp100 miliar.

Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ikut terseret dalam informasi tersebut. Uang itu disebut-sebut diakui Gus Arif sebagai milik Nusron.

Baca Juga:  PAN Pecat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Usai Terjaring OTT KPK

Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi KPK. Bahkan, KPK menegaskan Nusron Wahid tidak termasuk 17 orang yang diamankan dalam OTT.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor serta dugaan penerimaan lainnya.

Dari 17 orang yang diamankan, terdapat pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN, pihak swasta, serta sejumlah pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper. Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” kata Budi Prasetyo.

Baca Juga:  Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mojokerto Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2025

Pernyataan KPK itu sekaligus mempertegas bahwa angka Rp100 miliar yang beredar belum menjadi angka resmi hasil penghitungan penyidik.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah nama, di antaranya Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung.

Ada juga Kepala Kantor Pertanahan Tangerang Tardi, mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, politikus Partai Golkar Fahd A Rafiq, serta Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi.

KPK kemudian melakukan ekspose untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

Informasi mengenai Gus Arif dan Fahd A Rafiq sebagai pihak yang disebut-sebut menjadi penghubung atau pengepul uang dalam pengurusan HGB juga masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan KPK.

Baca Juga:  KPK Segera Buka Data Caleg Tak Patuh Lapor Harta Kekayaan

Yang jelas, operasi senyap tersebut telah membuka dugaan adanya permainan uang dalam proses pengurusan hak atas tanah. Puluhan koper berisi uang tunai dalam jumlah fantastis menjadi barang bukti yang kini berada dalam genggaman KPK.

KPK sendiri menegaskan akan mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan sebelum mengungkap konstruksi perkara secara utuh.

Dengan uang ratusan miliar yang dikemas dalam koper, kardus, dan boks, OTT ini bukan sekadar soal siapa yang tertangkap. Lebih jauh, publik kini menunggu satu hal: siapa pengendali sebenarnya di balik aliran uang dalam pengurusan HGB di Bogor? HUM/BAD

TAGGED: Adrianto Pitojo Adhi, Arif Sugiyanto, Fahd A Rafiq, Kementerian ATR/BPN, Komisi Pemberantasan Korupsi, Lampri, Nusron Wahid, OTT KPK, Partai Golkar, PT Summarecon Agung Tbk, Sontang Coin Manurung
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, ikut panen perdana menjadi bagian dari program Desa Binaan Imigrasi.
Si Semar Beraksi Panen Jagung, Imigrasi Semarang Bidik Kemandirian Ekonomi Cegah TPPO
15 September 2026
5 WNA Diduga Sindikat Judol di Tangerang Ditangkap Imigrasi, Palsukan Syarat Izin Tinggal
15 September 2026
Fahd A Rafiq Diamankan KPK dalam OTT BPN Bogor, Diduga Terkait Suap Pengurusan HGB
15 September 2026
OTT KPK Pengurusan HGB di Jabodetabek, 17 Orang Diamankan Termasuk Dirjen ATR/BPN dan Kepala Kantah
15 September 2026
OTT KPK di BPN Bogor, 20 Koper Berisi Uang dan Valas Ratusan Miliar Diamankan
15 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

5 WNA Diduga Sindikat Judol di Tangerang Ditangkap Imigrasi, Palsukan Syarat Izin Tinggal
15 September 2026
Fahd A Rafiq Diamankan KPK dalam OTT BPN Bogor, Diduga Terkait Suap Pengurusan HGB
15 September 2026
OTT KPK Pengurusan HGB di Jabodetabek, 17 Orang Diamankan Termasuk Dirjen ATR/BPN dan Kepala Kantah
15 September 2026
OTT KPK di BPN Bogor, 20 Koper Berisi Uang dan Valas Ratusan Miliar Diamankan
15 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, ikut panen perdana menjadi bagian dari program Desa Binaan Imigrasi.
Imigrasi

Si Semar Beraksi Panen Jagung, Imigrasi Semarang Bidik Kemandirian Ekonomi Cegah TPPO

Imigrasi

5 WNA Diduga Sindikat Judol di Tangerang Ditangkap Imigrasi, Palsukan Syarat Izin Tinggal

Korupsi

Fahd A Rafiq Diamankan KPK dalam OTT BPN Bogor, Diduga Terkait Suap Pengurusan HGB

Korupsi

OTT KPK Pengurusan HGB di Jabodetabek, 17 Orang Diamankan Termasuk Dirjen ATR/BPN dan Kepala Kantah

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?