MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Ahmad Sahroni Desak Polri Evaluasi Sound Horeg Usai 3 Orang Tewas di Jatim

Publisher: Redaktur 2 September 2026 3 Min Read
Share
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Tiga orang meninggal dunia dalam sejumlah insiden yang berkaitan dengan kegiatan sound horeg di Jawa Timur selama Agustus 2026, membuat Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri turun tangan melakukan evaluasi.

Sahroni menilai evaluasi penting dilakukan untuk memastikan kegiatan yang menggunakan sound horeg tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

“Pihak Polri harus dan wajib evaluasi acara sound horeg tersebut karena sudah memakan korban. Kalau tidak dievaluasi, semakin banyak korban ke depan,” kata Sahroni kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Sahroni, budaya dan tradisi masyarakat tetap harus dihormati selama pelaksanaannya tidak mengabaikan keselamatan warga.

“Kita hormati budaya, tapi jangan sampai memakan korban kembali ke depannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 86 Kg Sabu Asal Malaysia di Aceh, Tekong Ditangkap

Sahroni juga meminta kepolisian melakukan penyelidikan apabila ditemukan dugaan kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan sound horeg.

Dia menegaskan kepolisian harus mengambil tindakan tegas apabila terdapat pelanggaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Polisi wajib selidiki bilamana ada dugaan lalai dalam pelaksanaan event tersebut. Polisi harus bersikap tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Dia mengingatkan agar kegiatan yang mengatasnamakan budaya tidak sampai dianggap wajar ketika berujung pada hilangnya nyawa.

“Jangan menormalisasi budaya mengakibatkan meninggalnya seseorang. Itu sangat menyedihkan,” tutur Sahroni.

Tiga Orang Meninggal dalam Insiden Sound Horeg

Sedikitnya tiga orang tercatat meninggal dunia dalam sejumlah insiden yang berkaitan dengan parade sound horeg di Jawa Timur sepanjang Agustus 2026.

Baca Juga:  Detik-detik Mobil Artis FTV Larasati Tabrak Gerobak-Pohon Lalu Terbalik

Korban pertama berinisial SN (29), kru sound horeg asal Jember.

SN meninggal setelah kepalanya terbentur gapura ketika berada di atas truk yang mengangkut perangkat sound system.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, ketika rombongan dalam perjalanan pulang seusai mengikuti karnaval di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember.

Korban berikutnya adalah Bonari (44), warga Banyuwangi.

Bonari meninggal ketika mengikuti karnaval sound horeg di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Bonari diduga mengalami serangan jantung setelah sebelumnya mengonsumsi minuman keras jenis arak.

Dia sempat berjalan sekitar 1 kilometer mengikuti rombongan sebelum tiba-tiba terjatuh.

Bonari kemudian dibawa ke puskesmas, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Baca Juga:  Polri Pulangkan 9 WNI Korban TPPO dari Kamboja, Diiming-imingi Gaji Rp 9 Juta

Korban ketiga adalah Slamet Timbang (57), warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember.

Slamet meninggal setelah tertimpa kanopi dan tembok apotek ketika sedang mengantar istrinya membeli obat pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Saat kejadian, karnaval dan parade sound horeg tengah berlangsung di kawasan tersebut.

Warga setempat menduga getaran keras dari kegiatan cek sound sehari sebelumnya turut berpotensi memperparah kondisi bangunan yang disebut telah berusia tua dan lapuk.

Rentetan kejadian tersebut menjadi sorotan karena melibatkan korban jiwa dalam kegiatan yang menggunakan perangkat sound horeg.

Sahroni pun meminta evaluasi dan penyelidikan dilakukan agar kegiatan serupa tetap dapat berlangsung tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat. HUM/GIT

TAGGED: Ahmad Sahroni, Banyuwangi, DPR, Jatim, Jawa Timur, Jember, karnaval, kecelakaan, Komisi III, korban sound horeg, parade sound, Polri, Sound Horeg
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Santri Diduga Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Tembus 500 Orang
2 September 2026
KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy, Diduga Pemberian Pengusaha
2 September 2026
Uang Rp 1,28 Miliar Vilmei Diduga Digelapkan Karyawan dan Pacarnya, Dipakai Judol hingga Mabuk
2 September 2026
Uang Rp 1,28 Miliar Vilmei Digelapkan Karyawan, Dipakai Beli Koin dan Gift TikTok
2 September 2026
Pimpinan Bank Jatim Cabang Sidoarjo Suyatno, memberikan hadiah kepada UMKM yang ikut lomba.
Bank Jatim Dorong UMKM Sidoarjo Naik Kelas, Transaksi Digital Diperkuat
1 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy, Diduga Pemberian Pengusaha
2 September 2026
Uang Rp 1,28 Miliar Vilmei Diduga Digelapkan Karyawan dan Pacarnya, Dipakai Judol hingga Mabuk
2 September 2026
Uang Rp 1,28 Miliar Vilmei Digelapkan Karyawan, Dipakai Beli Koin dan Gift TikTok
2 September 2026
KPK Bongkar Dugaan Korupsi PMB, Praktik ‘Mahar’ Diduga Marak di Kampus Negeri
1 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Jawa Timur

Santri Diduga Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Tembus 500 Orang

Korupsi

KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy, Diduga Pemberian Pengusaha

Hukum

Uang Rp 1,28 Miliar Vilmei Diduga Digelapkan Karyawan dan Pacarnya, Dipakai Judol hingga Mabuk

Hukum

Uang Rp 1,28 Miliar Vilmei Digelapkan Karyawan, Dipakai Beli Koin dan Gift TikTok

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?