SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono menyoroti penerapan sistem desil yang dinilainya masih menyisakan ketidakadilan bagi masyarakat. Penilaian kesejahteraan yang bertumpu pada lokasi tempat tinggal dinilai belum mampu menggambarkan kondisi ekonomi warga secara nyata.
Hal itu disampaikan politikus Partai Golkar tersebut saat menggelar reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Balai RW II, Rungkut Tengah, Surabaya, Jumat (31/7/2026).
Blegur menegaskan, banyak warga yang tinggal di kawasan strategis atau perumahan dengan nilai aset tinggi, namun secara ekonomi justru tergolong kurang mampu. Menurutnya, kondisi itu kerap terjadi karena rumah yang ditempati merupakan warisan keluarga.
“Jangan hanya melihat alamat rumah. Banyak rumah yang nilainya tinggi karena warisan, tetapi penghuninya belum tentu mampu secara ekonomi,” ujar Blegur, Sabtu (1/8/2026).
Ia mengungkapkan, keluhan mengenai sistem desil terus bermunculan. Salah satunya datang dari warga Kelurahan Gubeng yang gagal memperoleh keringanan biaya pendidikan karena tempat tinggalnya masuk kategori kawasan kelas satu, meski kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan.
Selain persoalan desil, Blegur menyebut aspirasi warga Surabaya saat reses didominasi masalah pelayanan publik, terutama pendidikan dan kesehatan.
Untuk persoalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Surabaya, Blegur mengimbau masyarakat aktif menyampaikan aspirasi melalui media sosial kepada Wali Kota Eri Cahyadi maupun Wakil Wali Kota Armuji.
“Sampaikan aspirasi dengan bahasa yang santun dan beretika. Saya yakin jika disampaikan dengan baik akan mendapat perhatian,” katanya.
Menurutnya, media sosial menjadi jalur yang efektif karena laporan masyarakat dapat langsung diketahui kepala daerah sehingga penanganannya lebih cepat.
Di akhir kegiatan, Blegur juga memberikan apresiasi kepada Eri Cahyadi dan Armuji yang dinilainya responsif terhadap laporan warga serta tidak segan turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
“Warga Surabaya patut bersyukur memiliki pemimpin yang mau mendengar dan hadir langsung menyelesaikan persoalan masyarakat,” pungkasnya. HUM/BAD


