SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Peta keimigrasian di Jawa Timur berubah. Dua kantor imigrasi resmi berganti wajah: Kanim Surabaya kini menjadi Kanim Juanda, sementara Kanim Kediri naik status menjadi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
Perubahan ini tertuang dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/923/M.KT.01/2026 tertanggal 30 Juni 2026, yang mengatur penyesuaian nomenklatur, wilayah kerja, dan tipologi di 55 unit organisasi Imigrasi di seluruh Indonesia.
Di Jawa Timur, dampaknya langsung terasa. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya resmi berganti nama menjadi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Juanda, menegaskan identitasnya sebagai garda depan layanan keimigrasian di kawasan Bandara Internasional Juanda.
Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas II Kediri yang sebelumnya non-TPI kini resmi menyandang status TPI. Kenaikan kelas ini tak lepas dari beroperasinya Bandara Doho Kediri sebagai bandara internasional.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menegaskan perubahan ini bukan sekadar ganti nama, melainkan langkah strategis penataan kelembagaan.
“Ini bukan kosmetik organisasi. Penyesuaian ini untuk memastikan setiap kantor benar-benar mencerminkan wilayah kerja dan fungsi strategisnya,” tegasnya.
Menurutnya, perubahan menjadi “Juanda” memberikan identitas yang lebih presisi terhadap kantor yang selama ini beroperasi di area bandara dan memegang peran vital sebagai pintu masuk negara.
Sedangkan peningkatan status Kediri menjadi TPI menjadi sinyal kuat bahwa wilayah tersebut kini siap melayani lalu lintas internasional secara langsung.
Meski terjadi perubahan struktur, Novianto memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal tanpa gangguan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Layanan tetap berjalan seperti biasa. Yang berubah adalah penguatan kelembagaan agar lebih efektif dan adaptif,” ujarnya.
Ke depan, Kanwil Imigrasi Jatim akan mempercepat penyesuaian administratif, identitas kelembagaan, serta sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder.
Perubahan ini menjadi penanda bahwa sistem keimigrasian di Jawa Timur terus berbenah, lebih tegas, lebih relevan, dan siap menjawab tantangan. HUM/BAD

