TEMANGGUNG, Memoindonesia.co.id – Empat anggota keluarga asal Kabupaten Semarang yang ditemukan meninggal saat kamping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung, diketahui telah merencanakan perjalanan liburan keluarga pada momen Iduladha, Kamis 28 Mei 2026.
Keempat korban masing-masing bernama Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (16), dan Bagas Amar Hakiki (21). Mereka merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Jenazah keempat korban dimakamkan di wilayah rumah keluarga Ali di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis 28 Mei 2026 sore.
Salah satu kerabat korban, Diana, mengatakan keluarga Ali berangkat menuju Temanggung usai berbuka puasa pada malam takbir, Selasa 26 Mei 2026.
“Malam takbir habis buka puasa ke Temanggung,” kata Diana saat ditemui di rumah duka, Kamis 28 Mei 2026.
Menurutnya, keluarga korban tidak menjelaskan secara rinci tujuan wisata mereka sebelum berangkat.
“Nggak bilang ke mana, cuma mau pergi jalan-jalan,” ungkapnya.
Diana menyebut keluarga Ali memang memiliki kebiasaan bepergian saat momen Idul Adha. Toko grosir milik Ali juga biasanya tutup sementara selama libur hari raya.
“Biasanya kalau Iduladha tutup warungnya, nggak jualan. Biasanya ada agenda jalan-jalan kalau Iduladha,” sebutnya.
Selain itu, Diana mengungkapkan keluarga besarnya kerap berwisata bersama saat hari besar keagamaan. Namun kali ini masing-masing keluarga memiliki agenda berbeda.
“Biasanya bareng-bareng keluarga besar sama kita-kita. Tapi waktu kemarin punya acara masing-masing,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara terkait penemuan empat korban meninggal dunia di lokasi wisata tersebut.
“Pada hari ini, kami dari Sat Reskrim Polres Temanggung telah melaksanakan olah TKP terkait dengan ditemukannya 4 orang meninggal dunia. Yang merupakan satu keluarga yang sedang melaksanakan wisata di salah satu tempat wisata di Kabupaten Temanggung,” ujar Komang.
Komang menyebut para korban tiba di lokasi wisata pada Selasa 26 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIB untuk berkemah.
“Untuk menginap, melaksanakan kamping. Pada besok harinya, Rabu 27 Mei 2026, kira-kira pada pukul 11.45 WIB, petugas yang bertugas di lokasi wisata tersebut memberitahu korban untuk segera check out,” jelasnya.
Namun, karena tidak ada respons dari dalam tenda, petugas kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan menemukan seluruh korban telah meninggal dunia dalam kondisi kaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keempat korban diduga mengalami keracunan. HUM/GIT

