BEKASI, Memoindonesia.co.id – Masinis KA Argo Bromo dipastikan selamat dalam tabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, dengan empat penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya dirawat, Selasa 28 April 2026.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memastikan kondisi masinis dalam keadaan baik setelah berhasil dievakuasi dari rangkaian kereta.
“Sudah di luar. Kondisinya baik.”
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia hingga pukul 01.00 WIB tercatat sebanyak empat orang yang seluruhnya merupakan penumpang KRL.
“Per jam 01.00 ini, itu korban meninggal dunia itu ada 4 orang. Kemudian yang kita observasi di rumah sakit, ada 4 atau 5 rumah sakit, itu ada 71 orang.”
“(Korban meninggal) dari penumpang KRL.”
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa KRL sempat berhenti setelah tertemper taksi di jalur perlintasan langsung dekat Bulak Kapal.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti.”
Ia menambahkan, setelah KRL berhenti, rangkaian tersebut kemudian tertabrak KA Argo Bromo dari arah belakang.
“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo.” HUM/GIT

