MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Peserta UTBK SNBT di Semarang Curang Tanam Alat di Telinga, Undip Perketat Pengawasan

Publisher: Redaktur 22 April 2026 2 Min Read
Share
Alat bantu dengar ditemukan di telinga peserta UTBK SNBT 2026 di Undip Semarang.
Ad imageAd image

SEMARANG, Memoindonesia.co.id – Dugaan kecurangan terungkap dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Universitas Diponegoro, saat seorang peserta kedapatan menanamkan alat bantu dengar di telinga sebelum ujian, Selasa 21 April 2026.

Wakil Rektor Universitas Diponegoro, Heru Susanto, mengatakan temuan tersebut terjadi di Kampus Tembalang yang saat itu dikhususkan bagi peserta yang mendaftar Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi.

“Temuan hanya satu itu. Kalau hari ini memang dikhususkan untuk peserta-peserta yang mendaftar di kedokteran dan kedokteran gigi,” katanya.

Ia menjelaskan, peserta tersebut terdeteksi saat proses skrining menggunakan metal detector sebelum memasuki ruang ujian.

Baca Juga:  Kakanim Semarang Kunjungi Rektor Undip, Program Magang Studi Independen Bersertifikat Dipandang Strategis

“Kebetulan hari ini tadi pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal,” ujarnya.

Karena peserta merupakan perempuan, pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh panitia perempuan.

“Karena kebetulan peserta ini perempuan, kita mengundang panitia perempuan juga melakukan pemeriksaan,” lanjutnya.

Selain itu, petugas menemukan logam di pakaian dan telinga peserta, yang kemudian diakui sebagai alat bantu elektronik untuk membantu mengerjakan soal.

“Tetapi yang bersangkutan mengakui alat itu dipasang dalam rangka untuk pelaksanaan ujian,” katanya.

Menurutnya, peserta tidak langsung didiskualifikasi, melainkan menjalani proses interogasi terlebih dahulu yang berlangsung cukup lama hingga waktu ujian berakhir.

Baca Juga:  Layanan Paspor Simpatik Undip 2025: Kolaborasi Imigrasi Jawa Tengah dan Undip Permudah Pengurusan Paspor

“Kalau tadi prosesnya agak panjang, cukup berbelit-belit sehingga kemudian sampai proses itu selesai, ujiannya juga sudah selesai, jadi tidak ikut,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kampus hanya melaporkan temuan tersebut kepada panitia pusat nasional, sementara sanksi menjadi kewenangan kementerian.

“Masalah kemudian nanti ada sanksi atau tidak, itu adalah kewenangan dari kementerian. Kami serahkan saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, menyebut kasus serupa menjadi salah satu temuan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK tahun ini.

“Alat bantu dengarnya sampai masuk ke dalam telinga. Jadi kita harus bawa ke dokter THT untuk bisa melepas ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Campus Immigration Point Undip Resmi Dibuka: Lebih Cepat, Lebih Dekat

Ia juga mengingatkan calon mahasiswa untuk tidak melakukan kecurangan dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Kami prihatin sampai saat ini masih dijumpai praktik-praktik yang tidak baik seperti ini,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: alat bantu dengar, fakultas kedokteran, kampus tembalang, kasus ujian, kecurangan utbk, metal detector, peserta ujian, seleksi mahasiswa, snpmb 2026, ujian komputer, Undip, utbk snbt
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry1
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Bupati Pemalang dan Istri Dibawa ke Jakarta, KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan
30 Juli 2026
Pilot Maskapai Asing Bawa 26 Kilogram Ekstasi di Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai Lakukan Control Delivery
30 Juli 2026
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Amplop Tebal dari PT Blueray, Jaksa Sampai Bilang Wow
30 Juli 2026
Kejagung Periksa Pengacara Afiliasi Don Ritto dalam Penyidikan TPPU Febrie
30 Juli 2026
KPK Periksa Sejumlah Pihak di Polres Pemalang Usai OTT Bupati Anom Widiyantoro
29 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Bupati Pemalang dan Istri Dibawa ke Jakarta, KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan
30 Juli 2026
Pilot Maskapai Asing Bawa 26 Kilogram Ekstasi di Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai Lakukan Control Delivery
30 Juli 2026
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Amplop Tebal dari PT Blueray, Jaksa Sampai Bilang Wow
30 Juli 2026
Kejagung Periksa Pengacara Afiliasi Don Ritto dalam Penyidikan TPPU Febrie
30 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Bupati Pemalang dan Istri Dibawa ke Jakarta, KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

Hukum

Pilot Maskapai Asing Bawa 26 Kilogram Ekstasi di Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai Lakukan Control Delivery

Hukum

Pejabat Bea Cukai Akui Terima Amplop Tebal dari PT Blueray, Jaksa Sampai Bilang Wow

Kejaksaan

Kejagung Periksa Pengacara Afiliasi Don Ritto dalam Penyidikan TPPU Febrie

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?