MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook

Publisher: Redaktur 17 April 2026 3 Min Read
Share
Terdakwa Ibrahim Arief menjalani sidang tuntutan kasus korupsi Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Tiga mantan pejabat Kemendikbudristek dituntut 6 hingga 15 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook yang merugikan negara Rp2,1 triliun, Jumat 17 April 2026.

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung Roy Riady menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Menuntut agar majelis hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujarnya.

Tiga terdakwa tersebut yakni Sri Wahyuningsih selaku mantan Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen tahun 2020-2021, Mulyatsyah selaku mantan Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020, serta Ibrahim Arief sebagai tenaga konsultan.

Baca Juga:  Jurist Tan Buron, Kejagung Terbitkan DPO dalam Kasus Korupsi Chromebook

Ibrahim Arief dituntut pidana 15 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.

Sementara itu, Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah masing-masing dituntut 6 tahun penjara serta denda Rp500 juta subsider 120 hari kurungan.

Selain itu, Ibrahim Arief dan Mulyatsyah juga dituntut membayar uang pengganti masing-masing sebesar Rp16,92 miliar subsider 7 tahun 6 bulan penjara serta Rp2,28 miliar subsider 3 tahun penjara.

Menurut jaksa, para terdakwa melanggar Pasal 603 KUHP jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Hal yang memberatkan yakni perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Baca Juga:  OTT Pati Jerat Bupati Sudewo, KPK Kembangkan Ke Kasus Suap Proyek DJKA

“Hal meringankan, para terdakwa belum pernah dihukum,” ujar jaksa.

Dalam perkara ini, ketiga terdakwa diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp2,18 triliun yang terdiri dari Rp 1,56 triliun terkait program digitalisasi pendidikan dan 44,05 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 621,39 miliar dari pengadaan CDM yang tidak diperlukan.

Selain itu, para terdakwa diduga melakukan perbuatan melawan hukum bersama Menteri Pendidikan periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim dan mantan staf khusus Jurist Tan.

Perbuatan tersebut meliputi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management tahun anggaran 2020 hingga 2022 yang tidak sesuai perencanaan dan prinsip pengadaan.

Baca Juga:  KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bersama Sejumlah Pihak

Menurut jaksa, pengadaan dilakukan tanpa analisa kebutuhan yang tepat sehingga tidak sesuai dengan kondisi pendidikan, khususnya di wilayah 3T.

Selain itu, penyusunan harga satuan dan alokasi anggaran dilakukan tanpa survei dan data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan.

Para terdakwa juga diduga melakukan pengadaan melalui e-Katalog dan SIPLah tanpa evaluasi harga serta tidak didukung referensi harga yang memadai.

Atas perbuatannya, ketiganya terancam pidana sesuai Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP. HUM/GIT

TAGGED: Ibrahim Arief, kasus korupsi, Kejaksaan Agung, Kemendikbudristek, Kerugian Negara, korupsi Chromebook, Mulyatsyah, Nadiem Makarim, pengadaan laptop, Sri Wahyuningsih, Tipikor, tuntutan jaksa
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Viral Lomba Komentar Rasis, Polrestabes Semarang Bantah Pelaku Anak Perwira
20 Mei 2026
Viral Lomba Komentar Rasis, Putri Perwira Polda Jateng Diperiksa Siber Polri
20 Mei 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, bersama Kepala RSAL dr. Soekantyo Jahja Puspenerbal, Letkol Laut (K) dr. Landosar Parsaulian, Sp.An., M.Tr.Opsla.
Imigrasi Surabaya Gandeng RSAL Soekantyo, Klinik Kesehatan Hadir di Kantor: Layanan Publik Naik Kelas
19 Mei 2026
Oknum Polisi Bripka DW Diduga Jadi Pengawas Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda
19 Mei 2026
Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Sasiang Jadi Tersangka Kasus Narkoba dan TPPU
19 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Viral Lomba Komentar Rasis, Putri Perwira Polda Jateng Diperiksa Siber Polri
20 Mei 2026
Oknum Polisi Bripka DW Diduga Jadi Pengawas Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda
19 Mei 2026
Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Sasiang Jadi Tersangka Kasus Narkoba dan TPPU
19 Mei 2026
Komunikasi Terakhir 2 Jurnalis Republika sebelum Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla
19 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Viral Lomba Komentar Rasis, Polrestabes Semarang Bantah Pelaku Anak Perwira

Hukum

Viral Lomba Komentar Rasis, Putri Perwira Polda Jateng Diperiksa Siber Polri

Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, bersama Kepala RSAL dr. Soekantyo Jahja Puspenerbal, Letkol Laut (K) dr. Landosar Parsaulian, Sp.An., M.Tr.Opsla.
Imigrasi

Imigrasi Surabaya Gandeng RSAL Soekantyo, Klinik Kesehatan Hadir di Kantor: Layanan Publik Naik Kelas

Bareskrim

Oknum Polisi Bripka DW Diduga Jadi Pengawas Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?