JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kejaksaan Agung menetapkan Samin Tan sebagai tersangka korupsi pengelolaan tambang PT Asmin Koalindo Tuhup di Murung Raya, Kalimantan Tengah, setelah ditemukan bukti cukup dari penyidikan, Sabtu 28 Maret 2026.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti dari pemeriksaan saksi dan penggeledahan di sejumlah daerah.
“Menetapkan 1 orang tersangka yakni ST,” ujar Syarief dalam konferensi pers.
Selain itu, penggeledahan masih berlangsung di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk melengkapi alat bukti dalam perkara tersebut.
“Penggeledahan masih berlangsung terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” katanya.
Samin Tan diketahui sebagai beneficial owner PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), kontraktor tambang batu bara yang sebelumnya beroperasi berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) yang telah dicabut izinnya pada 2017.
Namun setelah izin dicabut, PT AKT tetap melakukan aktivitas penambangan dan penjualan hasil tambang secara ilegal hingga 2025.
“Tersangka ST melalui PT AKT dan afiliasinya secara melawan hukum tetap melakukan pertambangan dan penjualan dengan menggunakan dokumen perizinan yang tidak sah dengan bekerja sama dengan penyelenggara negara yang bertugas melakukan pengawasan sehingga merugikan keuangan negara dan/atau perekonomian negara,” lanjut Syarief.
Sementara itu, besaran kerugian negara masih dalam proses penghitungan oleh tim auditor.
Ia menambahkan, tersangka dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana korupsi dan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
“ST ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung,” pungkasnya. HUM/GIT

