MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Peneliti BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berbeda karena Hilal Global dan Lokal

Publisher: Redaktur 17 Februari 2026 3 Min Read
Share
Umat Islam melaksanakan salat tarawih perdana di Masjid Istiqlal Jakarta.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi berbeda karena perbedaan penggunaan hilal global dan hilal lokal dalam penentuan 1 Ramadan 2026, Selasa 17 Februari 2026.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan perbedaan kali ini bukan disebabkan metode hisab dan rukyat maupun perbedaan kriteria, melainkan karena acuan hilal yang digunakan.

“Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal,” ujar Thomas kepada wartawan.

Baca Juga:  Bola Api di Langit Cirebon, Peneliti BRIN Sebut Meteor Besar

Thomas menerangkan hilal global merujuk pada terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat di wilayah mana pun di dunia.

Pada saat magrib 17 Februari 2026, kriteria tersebut disebut telah terpenuhi di Alaska sehingga pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026.

“Hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkan Rukyat di mana saja. Pada saat magrib 17 Februari kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026,” ujarnya.

Sementara itu, hilal lokal merujuk pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada waktu magrib 17 Februari 2026, posisi hilal disebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat dan di Indonesia masih berada di bawah ufuk.

Baca Juga:  Distribusi MBG Dihentikan Sementara saat Libur Imlek dan Awal Ramadan 2026

“Hilal lokal merujuk wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada saat magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat, bahkan di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk,” kata dia.

Berdasarkan perhitungan tersebut, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026 jika merujuk pada hilal lokal.

“Maka secara hisab dan (nanti dibuktikan) secara rukyat awal Ramadhan pada 19 Februari 2026,” ujarnya.

Penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.30 WIB.

Rangkaian sidang diawali seminar posisi hilal, dilanjutkan sidang isbat, dan pengumuman hasil melalui konferensi pers.

Baca Juga:  Saksi Sebut Fee Percepatan Haji Khusus Baru Ada di Era Yaqut

Pemantauan hilal dilakukan di berbagai wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua dengan melibatkan tim daerah dan relawan pengamat hilal. HUM/GIT

TAGGED: 1 ramadan, awal puasa, BRIN, hilal global, hilal lokal, hisab rukyat, imkan rukyat, Kementerian Agama, khgt, posisi hilal, ramadan 2026, sidang isbat
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

KPK Ungkap Aliran Uang Kasus Suap HGB Summarecon, 4 Orang Kepercayaan Nusron Jadi Tersangka
16 September 2026
Fahd A Rafiq 3 Kali Jadi Tersangka KPK, Golkar Kecewa dan Soroti Kasus Suap HGB Bogor
16 September 2026
Hari ke-9 Pencarian 8 Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau, 22 Kapal Dikerahkan
16 September 2026
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Summarecon, 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid
16 September 2026
Daftar Libur Nasional 2027 dan Cuti Bersama Lengkap, Ada 18 Tanggal Merah dan 8 Cuti Bersama
16 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Ungkap Aliran Uang Kasus Suap HGB Summarecon, 4 Orang Kepercayaan Nusron Jadi Tersangka
16 September 2026
Fahd A Rafiq 3 Kali Jadi Tersangka KPK, Golkar Kecewa dan Soroti Kasus Suap HGB Bogor
16 September 2026
Hari ke-9 Pencarian 8 Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau, 22 Kapal Dikerahkan
16 September 2026
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Summarecon, 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid
16 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Pertanahan

KPK Ungkap Aliran Uang Kasus Suap HGB Summarecon, 4 Orang Kepercayaan Nusron Jadi Tersangka

Pertanahan

Fahd A Rafiq 3 Kali Jadi Tersangka KPK, Golkar Kecewa dan Soroti Kasus Suap HGB Bogor

Peristiwa

Hari ke-9 Pencarian 8 Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau, 22 Kapal Dikerahkan

Korupsi

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Summarecon, 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?