PANGKEP, Memoindonesia.co.id – Basarnas tidak mengevakuasi seluruh serpihan pesawat ATR 42-500 PK-THT di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, karena hanya memfokuskan pengambilan komponen penting untuk mendukung penyelidikan KNKT, Jumat 23 Januari 2026.
Kepala Basarnas Marsdya Mohammad Syafii mengatakan KNKT menilai bukti berupa black box dan sejumlah komponen pesawat yang telah diserahkan sementara dinyatakan cukup untuk proses investigasi.
“Tadi dari KNKT sudah menyampaikan bahwa dengan bukti black box yang sudah ditemukan dan juga beberapa komponen pesawat yang sudah kita serahterimakan, sementara masih dalam pernyataan cukup. Jadi sementara sudah disampaikan cukup dari bukti-bukti itu untuk ditindaklanjuti dilakukan investigasi,” ujar Syafii.
Menurutnya, kondisi medan membuat evakuasi seluruh serpihan pesawat ATR 42-500 sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Syafii menegaskan pihaknya tetap siap membantu apabila KNKT masih memerlukan serpihan atau komponen tertentu dari lokasi kejadian.
“Misalkan nanti memang dari KNKT membutuhkan bantuan untuk masuk ke lokasi untuk mengevakuasi part yang sekiranya masih sangat dibutuhkan,” katanya.
Selain itu, Syafii menjelaskan operasi yang dilakukan Basarnas saat ini lebih bersifat dukungan teknis, bukan lagi operasi pencarian dan pertolongan.
“Operasi kita yang kita lakukan adalah operasi dukungan. Bukan operasi SAR, karena operasi SAR itu ditujukan untuk menemukan korban dan mengevakuasi korban,” jelasnya.
Ia menambahkan operasi SAR untuk pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat tersebut telah resmi ditutup. HUM/GIT


