MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Armuji Hadang Eksekusi Premanisme di Pabrik Garmen, Nasib Ratusan Buruh Jadi Taruhan

Publisher: Admin 16 September 2025 2 Min Read
Share
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji disambut para puluhan karyawan setiba di lokasi pabrik.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji disambut para puluhan karyawan setiba di lokasi pabrik.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Sengketa kepemilikan pabrik garmen CV Variatexindo di Jalan Kedurus II No. 42B/98, Karangpilang, Surabaya, memanas. Ketegangan kian tinggi setelah muncul dugaan praktik premanisme untuk menghentikan aktivitas produksi.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, langsung turun tangan pada Selasa, 16 September 2025 untuk menengahi konflik yang berakar dari perseteruan internal keluarga pemilik pabrik.

Cak Ji, sapaan akrabnya, menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan buruh menjadi korban dalam perebutan aset.

“Kasus ini harus dijalankan sesuai putusan pengadilan. Tapi kalau eksekusi dilakukan dengan cara-cara premanisme, itu harus dihentikan. Pemerintah memikirkan hajat hidup ratusan karyawan agar tidak terganggu hanya karena sengketa,” tegas Armuji, usai mendatangi lokasi.

Baca Juga:  Ronald Tannur Bebas dari Rutan Medaeng, Karutan: Kami Hanya Sebatas Fasilitasi, Kewenangan Eksekusi di Jaksa

Sejak akhir pekan lalu, suasana di sekitar pabrik sempat mencekam. Salah satu pihak keluarga disebut mendatangkan kelompok orang untuk mengintimidasi pekerja dan menghambat keluar-masuk pabrik. Aksi itu memicu keresahan sekaligus kekhawatiran produksi akan terhenti.

Di lokasi, terpampang spanduk penolakan aksi premanisme dan stiker besar di gerbang pabrik yang menegaskan status sengketa berdasarkan putusan berkekuatan hukum tetap Pengadilan Negeri Surabaya. Namun, hingga kini aktivitas produksi masih berjalan normal.

“Perhatian objek ini dalam sengketa berdasarkan putusan perkara 947/Pdt.G/2011/PN.Sby Jo 448/PDT/2012/PT.Sby 3032 K/PDT/2013 Jo 563 PK/PDT/2013 63/EKS/2015/PN.Sby. Telah dilakukan sita eksekusi oleh Pengadilan Negeri Surabaya,” begitu bunyi spanduk tersebut.

“Masih beroperasi, karyawan tetap bekerja seperti biasa,” kata Yanto, warga sekitar, sembari membenarkan bahwa konflik ini memang bersumber dari masalah internal keluarga pemilik.

Baca Juga:  Naiki Becak Ke KPU Surabaya, Eri-Armuji Diarak Ribuan Simpatisan, Siap Pimpin Surabaya Lagi

Armuji menegaskan, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga menekankan, penyelesaian konflik tidak boleh mengorbankan pekerja yang menggantungkan hidup dari pabrik tersebut.

“Kami berharap perselisihan ini segera ada titik terang. Tapi yang utama, hak dan kesejahteraan karyawan harus tetap terlindungi selama proses sengketa berlangsung,” pungkasnya. HUM/BAD

TAGGED: Armuji, Buruh, Cak Ji, CV Variatexindo, eksekusi, Garmen, Kedurus, Konflik Keluarga, Pengadilan Negeri Surabaya, Perebutan Aset, PN Surabaya, premanisme, Wakil Wali Kota Surabaya, Wiyung
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Stafsus Yaqut Pinjam Rp 500 Juta dari Eks Pejabat Kemenag, Jaksa Heran
18 September 2026
Betrand Peto Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Periksa 5 Orang dan Pelajari Bukti
18 September 2026
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Jatim Risdianto Prabowo Samodro (kiri), mewakili Kepala Kanwil BPN Jatim dan Agung Basuki, Kakantah Kota Surabaya II.
Kanwil BPN Jatim Pertegas Kepastian Hukum Lahan, Pelindo dan Warga Dipertemukan
18 September 2026
Roy Suryo Tolak Berdamai dan Tak Akui Bersalah dalam Kasus Dugaan Fitnah Jokowi
18 September 2026
Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN Dalu Agung Darmawan langsung mengumpulkan seluruh Pejabat Administrator melalui daring dan luring se-Indonesia.
Sekjen ATR/BPN Tegaskan Layanan Tak Boleh Lumpuh di Tengah Sorotan Internal Pasca OTT oleh KPK
18 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Betrand Peto Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Periksa 5 Orang dan Pelajari Bukti
18 September 2026
Roy Suryo Tolak Berdamai dan Tak Akui Bersalah dalam Kasus Dugaan Fitnah Jokowi
18 September 2026
KPK Sita Rp 106,3 Miliar dari OTT Kasus HGB Summarecon, Jadi Rekor Terbesar
17 September 2026
Hari ke-10, Pencarian 8 Orang Hilang di Anak Krakatau Diperluas, 24 Kapal Dikerahkan
17 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Stafsus Yaqut Pinjam Rp 500 Juta dari Eks Pejabat Kemenag, Jaksa Heran

Hukum

Betrand Peto Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Periksa 5 Orang dan Pelajari Bukti

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Jatim Risdianto Prabowo Samodro (kiri), mewakili Kepala Kanwil BPN Jatim dan Agung Basuki, Kakantah Kota Surabaya II.
Pertanahan

Kanwil BPN Jatim Pertegas Kepastian Hukum Lahan, Pelindo dan Warga Dipertemukan

Hukum

Roy Suryo Tolak Berdamai dan Tak Akui Bersalah dalam Kasus Dugaan Fitnah Jokowi

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?