MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kesaksian Warga Ungkap Kejanggalan Penjarahan Rumah Pejabat, Pelaku Terorganisir hingga Bawa Drone

Publisher: Redaktur 1 September 2025 3 Min Read
Share
Potret berantakan rumah Sri Mulyani setelah dijarah massa.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Gelombang penjarahan yang menyasar rumah-rumah pejabat, termasuk anggota DPR dan Menteri Keuangan, memunculkan kesaksian menarik dari warga sekitar.

Aksi yang terjadi di rumah Sri Mulyani, Eko Patrio, dan rumah yang dikira milik Nafa Urbach ini menunjukkan pola yang tak biasa dan terkesan terorganisir.

Penjarahan Rumah Sri Mulyani: Terjadi Dua Gelombang dan Pelaku Bawa Drone
Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan, menjadi target penjarahan oleh sekelompok orang tak dikenal pada dini hari.

Menurut staf keamanan, Joko Sutrisno, penjarahan terjadi dalam dua gelombang, yakni sekitar pukul 01.00 WIB dan 03.00 WIB. Meski Sri Mulyani tidak berada di rumah, massa berhasil menjarah berbagai barang elektronik, pakaian, hingga perabotan seperti piring.

Baca Juga:  Ini Identitas 3 Jenazah Korban Pesawat Jatuh di BSD

Kesaksian warga setempat, Renzi, dan sejumlah petugas keamanan mengungkap beberapa kejanggalan:

1. Dominasi Remaja: Pelaku penjarahan didominasi oleh remaja berusia di bawah 25 tahun.

2. Gerakan Terpola: Sebelum melakukan penjarahan, ratusan orang berkumpul di depan kompleks. Gerakan mereka terlihat terorganisir, berbeda dengan amuk massa spontan.

3. Bawa Drone: Sebuah kesaksian mengejutkan menyebutkan bahwa beberapa pelaku membawa drone, yang mengindikasikan aksi ini direncanakan dengan matang.

4. Bukan Warga Sekitar: Warga memastikan bahwa para penjarah bukanlah penduduk setempat. Mereka datang dari luar, menunjukkan adanya mobilisasi massa.

Rumah Eko Patrio dan Dugaan Adanya Dua Kelompok Massa
Tak hanya rumah Sri Mulyani, kediaman anggota DPR Eko Patrio di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, juga menjadi sasaran. Rumahnya dirusak, dicoret-coret dengan cat semprot bernada cacian, dan sejumlah barang dijarah.

Baca Juga:  Pimpinan Imigrasi Fokuskan Border, Prosperity, dan Security Jadi Bahasan Rapat Forum Konsolidasi

Menurut petugas keamanan setempat, Nuryandi, penjarahan terjadi dalam dua gelombang. Massa pertama datang sekitar pukul 20.00 WIB, disusul gelombang kedua pada pukul 23.00 WIB, dengan total mencapai 300 orang.

Meski kerusakan cukup parah, penjarahan ini tidak memakan korban jiwa. Sekitar 50 anggota TNI sempat datang ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi.

Rumah yang Dikira Milik Nafa Urbach: Ada Koordinator Massa
Di Bintaro, rumah yang dikira milik Nafa Urbach juga tak luput dari penjarahan. Syamsul, seorang satpam perumahan, mengaku tak berdaya menghadapi banyaknya massa yang datang. Ia melihat adanya koordinator yang menggerakkan massa.

Baca Juga:  Heboh! 5 Hal Geger Paru Sapi Kurban Bertuliskan Nama Orang di Tangsel

“Ada koordinatornya (massa) bilang jangan rusuh, jangan rusuh,” ungkap Syamsul.

Ia menjelaskan bahwa beberapa orang yang diduga sebagai koordinator datang terlebih dahulu untuk memastikan lokasi, sebelum massa dalam jumlah besar menyerbu.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi penjarahan ini tidak spontan, melainkan digerakkan oleh pihak tertentu. HUM/GIT

TAGGED: Bintaro, Eko Patrio, Menteri Keuangan, nafa urbach, penjarahan, Sri Mulyani, tangerang selatan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Jaringan Rusia di Bali, Sita Hampir 8 Kg Mephedrone
7 Maret 2026
Delpedro Marhaen dkk Divonis Bebas di Kasus Dugaan Penghasutan Demo Ricuh Jakarta
7 Maret 2026
Dokter Detektif Lega Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya
7 Maret 2026
Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan dan Wajib Lapor
7 Maret 2026
Richard Lee Digiring ke Ruang Tahanan Polda Metro Jaya Usai Diperiksa Kasus Laporan Doktif
7 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Jaringan Rusia di Bali, Sita Hampir 8 Kg Mephedrone
7 Maret 2026
Delpedro Marhaen dkk Divonis Bebas di Kasus Dugaan Penghasutan Demo Ricuh Jakarta
7 Maret 2026
Dokter Detektif Lega Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya
7 Maret 2026
Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan dan Wajib Lapor
7 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Jaringan Rusia di Bali, Sita Hampir 8 Kg Mephedrone

Hukum

Delpedro Marhaen dkk Divonis Bebas di Kasus Dugaan Penghasutan Demo Ricuh Jakarta

Hukum

Dokter Detektif Lega Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya

Hukum

Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan dan Wajib Lapor

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?