MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Sidang Kasus Suap Harun Masiku: Eks Kader PDI-P Ungkap Dominasi Hasto Kristiyanto dalam Proses PAW

Publisher: Redaktur 25 Mei 2025 2 Min Read
Share
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto (dua dari kiri)
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Fakta baru kembali mencuat dalam sidang kasus korupsi yang menjerat Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Mantan kader PDI-P, Saeful Bahri, mengungkap kuatnya pengaruh Hasto dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI untuk Harun Masiku.

Dalam persidangan yang digelar pada Kamis, 22 Mei 2025, Saeful mengungkap bahwa Hasto sangat berperan dalam pengurusan PAW Harun Masiku, bahkan hingga ia menyebut dirinya sebagai “bawahan Hasto”, meski secara struktural tidak memiliki posisi resmi sebagai staf Sekjen PDI-P tersebut.

Hasto didakwa dengan dua pasal oleh jaksa KPK, yakni menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan bersama Harun Masiku dan menghalangi penyidikan dalam pencarian buron KPK, Harun Masiku.

Baca Juga:  KPK Panggil Eks Anggota DPR Riezky Aprilia Jadi Saksi Kasus Hasto

Dalam sidang, majelis hakim mempertanyakan legalitas perintah yang diberikan Hasto. Hakim merujuk pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan tidak adanya surat tugas resmi dari partai yang diberikan kepada Saeful.

Namun, Saeful tetap menyatakan bahwa ia menganggap perintah Hasto sebagai keputusan partai yang harus dijalankan oleh kader.

“Setiap keputusan partai kami maknai sebagai perintah,” ujar Saeful di hadapan hakim.

Saeful juga menjelaskan bahwa meskipun tidak termasuk staf resmi Hasto, ia merasa berkewajiban melaporkan setiap perkembangan kepada Sekjen PDI-P itu sebagai bentuk loyalitas dan kedisiplinan kader partai.

Hakim terus menggali keterangan soal kedudukan Saeful yang mengaku sebagai staf Hasto. Meski tidak ada SK resmi ataupun status sebagai pegawai partai, Saeful menegaskan bahwa dirinya menjalankan fungsi pendukung dan kesekretariatan untuk Hasto.

Baca Juga:  Vonis 3,5 Tahun Penjara Hasto Kristiyanto: Ini Dua Hal Krusial yang Terbukti di Mata Hakim

Ia menyebut bahwa istilah “staf” lebih bersifat informal karena ia tidak menerima gaji dari partai.

“Kami merasa semua adalah bawahan Hasto,” ungkap Saeful, menekankan loyalitas kader terhadap struktur kepemimpinan partai.

Dalam dakwaan lainnya, Hasto disebut berperan dalam membantu pelarian Harun Masiku dari kejaran KPK. Ia diduga memerintahkan Harun untuk merendam ponselnya agar tidak terlacak saat operasi tangkap tangan pada 8 Januari 2020.

Selain itu, ia juga disebut menyuruh anak buahnya untuk menenggelamkan ponsel sebelum diperiksa oleh KPK.

Jaksa menyebutkan Hasto juga memberikan uang Rp 600 juta kepada Wahyu Setiawan agar Harun Masiku ditetapkan sebagai anggota DPR pengganti antarwaktu untuk periode 2019-2024. HUM/GIT

Baca Juga:  Ronny Sompie Ungkap KPK Minta Cegah Harun Masiku 4 Hari Usai Jadi Tersangka
TAGGED: Harun Masiku buron, Hasto Kristiyanto, Hasto perintahkan sembunyi, Kader PDI-P, Kasus Harun Masiku, korupsi PDI-P, PAW anggota DPR, perintangan penyidikan, Sidang Hasto, suap Wahyu Setiawan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Pleno PBNU Tegaskan Gus Ipul Tetap Menjabat Sekretaris Jenderal
1 Februari 2026
KPK Ungkap Pengepul Uang Pemerasan Sudewo Pejabat Pemkab Pati
1 Februari 2026
Kaesang Pangarep Umumkan Tujuh Kader Baru PSI saat Rakernas di Makassar
1 Februari 2026
Jokowi Tegaskan Siap Kerja Keras Menangkan PSI pada Pemilu 2029
1 Februari 2026
Komisi XI Tegaskan Tak Ada Pejabat Danantara Gantikan Pimpinan OJK dan BEI
1 Februari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Pleno PBNU Tegaskan Gus Ipul Tetap Menjabat Sekretaris Jenderal
1 Februari 2026
KPK Ungkap Pengepul Uang Pemerasan Sudewo Pejabat Pemkab Pati
1 Februari 2026
Kaesang Pangarep Umumkan Tujuh Kader Baru PSI saat Rakernas di Makassar
1 Februari 2026
Jokowi Tegaskan Siap Kerja Keras Menangkan PSI pada Pemilu 2029
1 Februari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

Debat Sengit Pasha dan Wamen PPPA Veronica Tan Soal Program Pemberdayaan Perempuan
30 Januari 2026
Jokowi Hadir Rakernas PSI 2026 di Makassar, Isyarat Ketua Dewan Pembina PSI
30 Januari 2026
Sarwendah Dicecar 16 Pertanyaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan Ruben Onsu
31 Januari 2026
Mabes Polri Nonaktifkan Kapolresta Sleman Kombespol Edy Setyanto Terkait Kasus Hogi
30 Januari 2026

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Pleno PBNU Tegaskan Gus Ipul Tetap Menjabat Sekretaris Jenderal

Korupsi

KPK Ungkap Pengepul Uang Pemerasan Sudewo Pejabat Pemkab Pati

Politik

Kaesang Pangarep Umumkan Tujuh Kader Baru PSI saat Rakernas di Makassar

Politik

Jokowi Tegaskan Siap Kerja Keras Menangkan PSI pada Pemilu 2029

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?