MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

TNI AD Investigasi Penyebab Ledakan Maut Saat Pemusnahan Amunisi di Garut, 13 Orang Tewas

Publisher: Redaktur 13 Mei 2025 3 Min Read
Share
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana (dok. istimewa)
Ad imageAd image

GARUT, Memoindonesia.co.id – Tragedi ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi, 12 Mei 2025, menewaskan 13 orang. Ledakan terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai yang dilakukan oleh Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Saat ini, TNI AD tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab ledakan maut tersebut.

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa proses penyelidikan sudah dimulai.

“Kami akan melaksanakan investigasi secara menyeluruh atas kejadian ini. Informasi lebih lanjut terkait perkembangan investigasi akan kami sampaikan kemudian,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin 12 Mei 2025.

Baca Juga:  Korban Tewas Ledakan Amunisi di Garut Capai 13 Orang: 4 TNI dan 9 Warga Sipil

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Wahyu menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit dan warga sipil dalam insiden ini.

“Kami segenap jajaran TNI AD mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Para prajurit yang gugur adalah prajurit berdedikasi tinggi,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan para korban agar diberi tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Menurut keterangan Brigjen Wahyu, pemusnahan amunisi yang dilakukan di area milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) awalnya berlangsung sesuai prosedur. Dua lubang sumur disiapkan untuk proses peledakan, dan tahap awal berjalan aman.

Baca Juga:  Anggota DPR Kecam Kematian Prada Lucky: Setop Siklus Bully di Tubuh TNI!

“Peledakan pertama di dua lubang berjalan sempurna. Setelah dinyatakan aman, dilakukan peledakan terhadap amunisi akhir,” jelasnya.

Namun, tragedi terjadi saat tim penyusun amunisi mempersiapkan lubang ketiga untuk menghancurkan sisa detonator. Saat proses penyusunan, ledakan tiba-tiba terjadi dari dalam lubang, mengakibatkan 13 orang tewas di tempat.

Daftar 13 Korban Tewas Ledakan Amunisi
Empat anggota TNI AD yang gugur:

1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan – Kepala Gupusmu III Puspalad

2. Mayor Cpl Anda Rohanda – Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gupusmu III Puspalad

3. Kopda Eri Priambodo – Anggota Gupusmu III Puspalad

4. Pratu Aprio – Anggota Gupusmu III Puspalad

Baca Juga:  Panglima TNI Mutasi 286 Perwira, Kadispenad hingga Sesmilpres Berganti

Sembilan warga sipil yang menjadi korban:

1. Agus

2. Ivan

3. Anwar

4. Iyus

5. Iyusrizal

6. Toto

7. Rustiawan

8. Endang

9. Dadang

Hingga kini, pihak TNI AD masih mengumpulkan data di lapangan dan akan menelusuri faktor teknis maupun human error dalam insiden ini. Investigasi akan menentukan apakah ledakan disebabkan oleh kesalahan prosedur, kondisi detonator, atau faktor lain. HUM/GIT

TAGGED: amunisi, BKSDA, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, Desa Sagara, Gudang Pusat Amunisi III Peralatan TNI AD, investifasi, Jawa Barat, Kabupaten Garut, Kadispenad, Kecamatan Cibalong, ledakan, TNI AD
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan
6 Juli 2026
Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup
6 Juli 2026
Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas
6 Juli 2026
Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
MAKI Sebut Kepala Daerah Terjerat OTT KPK karena Biaya Politik Tinggi dan Sifat Serakah
4 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan
6 Juli 2026
Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup
6 Juli 2026
Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas
6 Juli 2026
Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan

Hukum

Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Hukum

Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas

Hukum

Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?