MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Ledakan Dahsyat di Sumenep Tewaskan Pasutri, Diduga Akibat Bahan Petasan

Publisher: Redaktur 22 September 2024 3 Min Read
Share
Bangunan rumah pasutri di Dusun Polay, Desa Gadu Timur, Kecamatan Gading, Kabupaten Sumenep yang rata setelah ledakan.
Ad imageAd image

SUMENEP, Memoindonesia.co.id – Ledakan dahsyat mengguncang rumah di Dusun Polay, Desa Gadu Timur, Kecamatan Gading, Kabupaten Sumenep. Ledakan tersebut meratakan bangunan rumah.

Tak hanya itu, pemilik rumah yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) diketahui tewas dalam insiden ledakan tersebut. Mereka adalah Mat Saleh (48) dan Asmaniyah (40).

Berikut fakta-fakta ledakan dahsyat di Sumenep tersebut:

1. Pasutri Tewas di Lokasi Kejadian
Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso membenarkan adanya ledakan dahsyat di sebuah rumah di Dusun Polay. Ledakan tersebut mengakibatkan dua korban pasutri tewas di lokasi kejadian.

“Benar ada ledakan, ada korban meninggal dunia dua orang,” ujar Hendi, Sabtu 21 September 2024.

Baca Juga:  Ayah dan Kakak Siswa Pelaku Ledakan SMAN 72 Diperiksa Pekan Ini

2. Ledakan Terjadi pada Sore Hari

Henri mengatakan, ledakan tersebut terjadi pada sore. Tepatnya sekitar pukul 15.00 WIB.
“Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB sore,” kata Henri.

3. Ledakan Diduga dari Bahan Pembuat Petasan

Henri menyebut yang meledak diduga adalah bahan pembuat petasan. Korban memang diketahui sering membuat bahan peledak.

“Menurut keterangan dari warga sekitar, korban Mat Saleh sering membuat dari bahan peledak seperti sreng dor, mercon, dan lain lain” lanjut Henri.

4. Tubuh Salah Satu Korban Hancur

Ledakan dahsyat tersebut membuat salah satu tubuh korban hancur. Dan, tubuh yang hancur adalah tubuh Mat Saleh.

Baca Juga:  Korban Tewas Ledakan Amunisi di Garut Capai 13 Orang: 4 TNI dan 9 Warga Sipil

“Iya, kondisinya (tubuhnya) tidak berbentuk,” ujar Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti seperti dilansir detikcom, Minggu 22 September 2024.

5. Warga Histeris Melihat Kondisi Tubuh Korban yang Hancur

Widiarti mengatakan, kondisi tubuh Mat Saleh yang mengenaskan itu membuat warga harus mengumpulkan bagian-bagian tubuhnya yang tercecer di lokasi ledakan. Melihat kondisi tubuh Mat Saleh yang mengenakan tersebut, sejumlah warga histeris menangis.

6. Ditemukan Banyak Bahan Peledak

Tim Jihandak Polda Jatim melakukan olahTKP ledakan. Dari lokasi ledakan, tim jihandak mengamankan sejumlah bahan peledak dari reruntuhan rumah korban. Mereka juga menemukan banyak bubuk atau bahan bahan peledak di TKP.

Baca Juga:  Pimpinan DPR Tak Dapat Tunjangan Rumah, Tetap di Rumdin Wichan-Kuningan

“Setelah melakukan olah TKP tim jihandak berhasil menemukan sejumlah bahan peledak jenis sreng dor,” ujar Widiarti.

7. Polres Sumenep Masih Mendalami Kejadian Ini

Polres Sumenep langsung meminta bantuan tim penjinak bom dari Polda Jatim untuk menyelidiki ledakan tersebut. Sementara rumah tempat kejadian ledakan dipasangi garis polisi.

Warga dilarang mendekat ke TKP. Pasalnya, ditakutkan ada ledakan dari sisa-sisa bubuk yang banyak ditemukan di lokasi rumah yang meledak.

“Bubuk merconnya banyak,” pungkas Widiarti. HUM/GIT

TAGGED: AKBP Henri Noveri Santoso, Desa Gadu Timur, Dusun Polay, Kabupaten Sumenep, Kapolres Sumenep, Kecamatan Gading, ledakan, pasutri, rumah
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad1
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan
6 Juli 2026
Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup
6 Juli 2026
Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas
6 Juli 2026
Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
MAKI Sebut Kepala Daerah Terjerat OTT KPK karena Biaya Politik Tinggi dan Sifat Serakah
4 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan
6 Juli 2026
Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup
6 Juli 2026
Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas
6 Juli 2026
Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan

Hukum

Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Hukum

Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas

Hukum

Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?