MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Sindikat Penipuan Like YouTube di Kamboja Libatkan WNI

Publisher: Redaktur 30 Juni 2024 3 Min Read
Share
Ilustrasi
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus mengembangkan penyelidikan sindikat penipuan dengan modus pencet ‘like’ di YouTube yang melibatkan jaringan WNI di Kamboja. Polisi telah menangkap dua terduga pelaku yang merupakan kaki tangan WNI di Kamboja.

Dua tersangka, EO (47) dan SM (29), bertugas mencarikan rekening penampungan. Mereka mencari akun rekening baru untuk menampung hasil kejahatan. Sindikat ini menawarkan pekerjaan paruh waktu berupa pencet ‘like’ pada video YouTube dengan iming-iming komisi Rp 31 ribu per misi.

“Kemudian pelapor ditawari pekerjaan untuk melakukan (pencet) like video-video di YouTube dengan komisi Rp 31 ribu. Kemudian pelapor dikirimi link Telegram melalui WhatsApp tersebut,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombespol Ade Safri Simanjuntak, Kamis 27 Juni 2024 seperti dilansir detikcom.

Korban diharuskan membayar deposit terlebih dahulu, namun setelah mengirim deposit, uang yang dijanjikan tidak kunjung dibayarkan, menyebabkan korban merugi hingga Rp 806 juta.

Baca Juga:  Buntut Dugaan Simpatisan SYL Keroyok Wartawan, Polisi Cek Lokasi dan CCTV

Fakta Sindikat Penipuan Modus Pencet ‘Like’ di YouTube
1. Beli Rekening Penampungan Rp 500 Ribu
Sindikat penipuan ini turut melakukan praktik jual-beli rekening bank menggunakan data orang lain untuk menampung hasil kejahatan. Mereka menyasar masyarakat ekonomi rendah, mengiming-imingi mereka dengan uang kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu untuk membuka rekening baru.

“Bukan data-data korban penipuan, tetapi data-data pemilik atau pembuka rekening yang dicari oleh Tersangka S,” kata Kombespol Ade Safri Simanjuntak, Sabtu 29 Juni 2024.

2. Rekening Penampungan Dikirim ke Kamboja
Penipuan ini dikendalikan oleh WNI berinisial D yang berada di Kamboja. Tersangka EO telah mengirimkan sekitar 15 rekening berisi duit kejahatan ke Kamboja. EO dan SM bertugas mengumpulkan rekening penampungan tanpa berhubungan langsung dengan korban.

Baca Juga:  Datangi Polrestabes Surabaya, Pasutri Cari Keadilan karena Ditipu Rp 750 Juta, Penyidik Terbitkan SPDP hingga 6 Kali

“Tersangka EO telah melakukan pengiriman sejumlah sekitar 15 unit rekening ke Kamboja,” jelas Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Jumat 28 Juni 2024.

3. Alasan Rekening Penampung Dikirim ke Kamboja
EO dan SM mendapatkan keuntungan masing-masing Rp 1,5 juta dan Rp 500 ribu per rekening yang mereka sediakan. Selain itu, EO juga bertugas mencarikan ponsel baru yang kemudian dikirim ke Kamboja bersama rekening penampungan.

“Rekening yang digunakan para tersangka dalam menampung uang hasil kejahatan semuanya menggunakan rekening Indonesia,” ungkap Ade. Data untuk pembukaan rekening bukan milik para korban penipuan like YouTube, melainkan data orang lain yang dicari oleh SM berdasarkan koordinasi dengan EO atas arahan D di Kamboja.

Baca Juga:  KPK Tahan 15 Tersangka Pungli Rutan di Polda Metro Jaya

Rekening dan ATM dikirimkan secara fisik melalui jasa pengiriman ekspedisi ke Kamboja agar memudahkan D melakukan transaksi dengan uang hasil kejahatan tersebut.

“Dengan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi. Dalam permintaan rekening tersangka yang berada di Kamboja meminta dikirimkan buku rekening dan ATM-nya berikut nomor handphone yang didaftarkan m-banking agar memudahkan melakukan transaksi,” terang Ade Safri. “Baik memindahkan uang atau mengambil uang, kemudian orang lain tidak dapat mempergunakan rekening tersebut kembali karena fisiknya ada pada pelaku yang berada di Kamboja,” imbuhnya. HUM/GIT

TAGGED: Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Ditreskrimsus, jaringan WNI, Kamboja, Kombespol Ade Safri Simanjuntak, Like, Penipuan, Polda Metro Jaya, sindikat, YouTube
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Surabaya, Aldy Blaviandy, membagikan takjil kepada pengendara yang melintas di depan Kantor Golkar Surabaya.
Golkar Surabaya Bersama AMPG Turun ke Jalan, Tebar Takjil dan Kepedulian di Tengah Bulan Ramadan
28 Februari 2026
Seskab Teddy Wijaya Klarifikasi Anggaran MBG Tidak Kurangi Dana Pendidikan Nasional
28 Februari 2026
Bareskrim Gagalkan Pelarian Ko Erwin ke Malaysia, Uang dan RM 20 Ribu Disita
28 Februari 2026
Pelarian Ko Erwin Bandar Sabu Berakhir di Tanjung Balai, Ditembak saat Kabur ke Malaysia
28 Februari 2026
Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska di Pekanbaru Terancam Dipecat
28 Februari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Seskab Teddy Wijaya Klarifikasi Anggaran MBG Tidak Kurangi Dana Pendidikan Nasional
28 Februari 2026
Bareskrim Gagalkan Pelarian Ko Erwin ke Malaysia, Uang dan RM 20 Ribu Disita
28 Februari 2026
Pelarian Ko Erwin Bandar Sabu Berakhir di Tanjung Balai, Ditembak saat Kabur ke Malaysia
28 Februari 2026
Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska di Pekanbaru Terancam Dipecat
28 Februari 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Surabaya, Aldy Blaviandy, membagikan takjil kepada pengendara yang melintas di depan Kantor Golkar Surabaya.
Jawa Timur

Golkar Surabaya Bersama AMPG Turun ke Jalan, Tebar Takjil dan Kepedulian di Tengah Bulan Ramadan

Pemerintahan

Seskab Teddy Wijaya Klarifikasi Anggaran MBG Tidak Kurangi Dana Pendidikan Nasional

Bareskrim

Bareskrim Gagalkan Pelarian Ko Erwin ke Malaysia, Uang dan RM 20 Ribu Disita

1
Hukum

Pelarian Ko Erwin Bandar Sabu Berakhir di Tanjung Balai, Ditembak saat Kabur ke Malaysia

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?