MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Arteria Dahlan Terancam Gagal ke Senayan

Publisher: Redaktur 2 Maret 2024 3 Min Read
Share
Arteria Dahlan.
Ad imageAd image

TULUNGAGUNG, Memoindonesia.co.id – Arteria Dahlan dan Johan Budi Sapto Pribowo, dua politikus PDI-P, menghadapi ancaman kehilangan kursi di DPR RI setelah hasil real count KPU RI pada 1 Maret 2024 pukul 18.00 WIB menunjukkan kalahnya mereka dalam Pemilu 2024.

Arteria Dahlan, calon petahana dari Dapil VI Jawa Timur (Tulungagung, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri), hanya berhasil meraih 46.004 suara, menempatkannya di posisi ketiga di internal PDI-P, di bawah Pulung Agustanto (136.470 suara) dan Sri Rahayu (83.643 suara).

Dengan perolehan suara tersebut, PDI-P berpotensi hanya memperoleh dua kursi, yang diperkirakan akan diisi oleh Pulung Agustanto dan Sri Rahayu. Hal ini menandakan penurunan satu kursi jika dibandingkan dengan Pemilu 2019 yang meraih tiga kursi.

Baca Juga:  PDI-P Soroti Bukti Sekjen Hasto Tersangka, KPK: Ruang Itu di Persidangan

Dapil VI Jatim memiliki kuota sembilan kursi. Sembilan kandidat yang berpotensi lolos ke Senayan termasuk Pulung Agustanto (PDI-P), Sri Rahayu (PDI-P), Anggia Erma Rini (PKB), An’im Falachuddin (PKB), Sarmuji (Partai Golkar), Heru Tjahjono (Partai Golkar), Endro Hermono (Partai Gerindra), Nurhadi (Partai NasDem), dan Ahmad Rizki Sadig (PAN).

Di sisi lain, Venna Melinda dari Partai Perindo yang maju di Dapil VI Jatim juga hampir dipastikan gagal menjadi anggota DPR RI setelah hanya mendapatkan 10.810 suara.

Sementara itu, di Dapil VII Jawa Timur yang mencakup Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi, ada tiga calon petahana yang berpotensi gagal kembali ke Senayan, yaitu Johan Budi Sapto Pribowo (PDI-P), Sri Wahyuni (Partai NasDem), dan Ibnu Multazam (PKB).

Baca Juga:  Pramono-Rano Karno dan Ridwan Kamil-Suswono Daftar Pilgub Jakarta Hari Ini

Berdasarkan hasil real count KPU, perolehan suara Johan Budi berada di posisi ketiga di internal PDI-P, di bawah Budi Sulistyo Kanang dengan 97.895 suara dan istri Bupati Trenggalek, Novita Hardini, dengan 81.882 suara. Dari komposisi perolehan suara di Dapil VII Jatim, PDI-P hanya berpotensi mendapatkan dua kursi.

Sekretaris DPC PDI-P Trenggalek, Doding Rahmadi, mengakui bahwa hanya Budi Sulistyo Kanang dan Novita Hardini yang berpotensi lolos ke Senayan dari PDI-P Dapil VII Jatim.

“Dari perhitungan internal kami, Pak Kanang dan Bu Novita berpeluang. Sedangkan untuk Pak Johan Budi, sepertinya tidak akan lolos. Bahkan menurut perhitungan kami, Bu Novita memiliki suara tertinggi di PDI-P Dapil VII Jatim,” ujarnya.

Baca Juga:  Wagub Babel Jadi Tersangka Ijazah Palsu, NasDem Nilai KPU–Bawaslu Kecolongan Fatal

Meskipun begitu, angka pasti dari perhitungan PDI-P belum bisa diungkapkan karena belum semua perolehan suara dari setiap PPK dilaporkan ke internal PDI-P di Trenggalek.

“Karena DPR RI memiliki satu dapil yang melibatkan daerah yang berbeda, untuk Trenggalek sudah 100 persen laporannya, tapi untuk kabupaten lain masih belum,” tambahnya. CAK/RAZ

TAGGED: Arteria Dahlan, Dapil VI Jatim, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, Kota Kediri, KPU, PDI-P, Petahana, Tulungagung
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
MAKI Sebut Kepala Daerah Terjerat OTT KPK karena Biaya Politik Tinggi dan Sifat Serakah
4 Juli 2026
KPK Dikabarkan Gelar OTT di Sumut, Sejumlah Orang Diamankan dan Diperiksa di Medan
4 Juli 2026
Kejagung Sita Lamborghini Bos Tambang di Gang Kalbar, Delapan Kilogram Emas Ikut Diamankan
4 Juli 2026
Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak, Sarwendah Siap Bongkar Bukti di Sidang Jakarta
4 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
MAKI Sebut Kepala Daerah Terjerat OTT KPK karena Biaya Politik Tinggi dan Sifat Serakah
4 Juli 2026
KPK Dikabarkan Gelar OTT di Sumut, Sejumlah Orang Diamankan dan Diperiksa di Medan
4 Juli 2026
Kejagung Sita Lamborghini Bos Tambang di Gang Kalbar, Delapan Kilogram Emas Ikut Diamankan
4 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik

Hukum

MAKI Sebut Kepala Daerah Terjerat OTT KPK karena Biaya Politik Tinggi dan Sifat Serakah

Hukum

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Sumut, Sejumlah Orang Diamankan dan Diperiksa di Medan

Kejaksaan

Kejagung Sita Lamborghini Bos Tambang di Gang Kalbar, Delapan Kilogram Emas Ikut Diamankan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?