MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Foto Terakhir Serda Ahmad dengan Ayah Sebelum Tewas Diduga Dianiaya 4 Senior

Publisher: Redaktur 13 September 2026 3 Min Read
Share
Toni Eko Prasetyo, ayah Serda Ahmad, mengenang pertemuan terakhir bersama putranya di Jakarta.
Ad imageAd image

MAGETAN,  Memoindonesia.co.id – Permintaan sederhana Serda Ahmad Muzammul Farisa untuk berfoto bersama sang ayah di Jakarta, Selasa 8 September 2026, kini menjadi kenangan terakhir sebelum prajurit TNI AU itu meninggal dunia.

Toni Eko Prasetyo, ayah Serda Ahmad, tak pernah menyangka pertemuan singkat tersebut menjadi perjumpaan terakhir dengan putra sulungnya.

Saat itu, Toni sedang menjalankan tugas dinas luar kota bersama Bupati Madiun H Hari Wuryanto di Jakarta. Mengetahui sang ayah berada di ibu kota, Serda Ahmad kemudian ditemui Toni di sekitar Halim.

Ada satu hal yang terus membekas dalam ingatan Toni. Putranya tiba-tiba meminta untuk berfoto bersama.

“Saat di Jakarta kemarin minta foto dan itu sangat jarang dilakukan oleh anak saya kalau ndak saya yang minta foto. Seperti pengen banget foto,” kata Toni, Jumat 11 September 2026.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Rotasi dan Mutasi 52 Perwira Tinggi TNI

Toni mengaku sempat menelepon Serda Ahmad untuk memberitahukan keberadaannya di Jakarta. Karena lokasi pertemuan tidak jauh dari Halim, Toni kemudian mendatangi putranya.

“Saya telepon, le (nak) bapak di Jakarta ini. Tak parani ya le wong dekat dari Halim (Saya kunjungi ya nak kan dekat Halim). Saya temui dan minta foto terakhir itu,” ungkap Toni.

Saat itu, tidak sedikit pun terlintas di benak Toni bahwa foto tersebut akan menjadi kenangan terakhir bersama putranya.

Terlebih, Serda Ahmad dikenal rutin menghubungi keluarga setiap hari. Ia biasanya menelepon Toni dan ibunya secara bergantian meski hanya sebentar.

Baca Juga:  Hakim Dalami Dugaan Operasi Khusus dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Namun, pada hari terjadinya insiden yang kemudian merenggut nyawanya, Serda Ahmad tidak menghubungi keluarga sama sekali.

“Setiap hari biasanya telepon dengan saya dengan ibunya gantian. Kemarin tidak menghubungi sama sekali saya sempat kantor juga,” papar Toni.

Toni yang menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun itu mengaku tidak menyangka pertemuan singkat di Jakarta menjadi kali terakhir dirinya melihat putra sulungnya.

“Tidak mengira pertemuan terakhir,” ujar Toni sambil menghela napas dan menahan air mata.

Serda Ahmad Muzammul Farisa diduga meninggal secara tidak wajar setelah disebut menjadi korban penganiayaan seniornya. Kasus tersebut kini tengah dalam penyelidikan Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau).

Baca Juga:  Tampilkan Barang Bukti Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Keluarga Serda Ahmad berharap proses hukum berjalan secara transparan dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

Toni juga meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), hingga jajaran terkait memberikan perhatian terhadap kasus yang menimpa putranya.

“Mohon kepada Pak Presiden (Prabowo) dan Pak KASAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” tandasnya. HUM/GIT

TAGGED: Ahmad Muzammul, ayah Serda Ahmad, foto terakhir, Halim, kasus tni, keluarga korban, penganiayaan TNI, Pomau, prajurit TNI, Serda Ahmad, TNI AU
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Hasto PDI-P Singgung Hak Angket DPR Usai Putusan MA soal Suket SMA Gibran
1 November 2026
Kuasa Hukum Gibran Sebut Putusan MA soal Suket SMA Tak Pengaruhi Jabatan Wapres
1 November 2026
PKS Desak DPR Bersikap soal Ijazah Gibran, Putusan MA Jadi Pintu Evaluasi
1 November 2026
Kronologi Ijazah Gibran: Gugatan Kandas di PTUN, MA Kabulkan Kasasi Subhan
1 November 2026
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto hadir di KJRI Hong Kong menyaksikan kegiatan pasporia.
Pasporia KJRI Hong Kong Diserbu 100 Pemohon, Layanan Reguler Capai 150 Orang per Hari
31 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Hasto PDI-P Singgung Hak Angket DPR Usai Putusan MA soal Suket SMA Gibran
1 November 2026
Kuasa Hukum Gibran Sebut Putusan MA soal Suket SMA Tak Pengaruhi Jabatan Wapres
1 November 2026
PKS Desak DPR Bersikap soal Ijazah Gibran, Putusan MA Jadi Pintu Evaluasi
1 November 2026
Kronologi Ijazah Gibran: Gugatan Kandas di PTUN, MA Kabulkan Kasasi Subhan
1 November 2026

Baca Berita Lainnya:

Politik

Hasto PDI-P Singgung Hak Angket DPR Usai Putusan MA soal Suket SMA Gibran

Hukum

Kuasa Hukum Gibran Sebut Putusan MA soal Suket SMA Tak Pengaruhi Jabatan Wapres

Politik

PKS Desak DPR Bersikap soal Ijazah Gibran, Putusan MA Jadi Pintu Evaluasi

Hukum

Kronologi Ijazah Gibran: Gugatan Kandas di PTUN, MA Kabulkan Kasasi Subhan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?