BOJONEGORO, Memoindonesia.co.id — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak memastikan pelayanan keimigrasian di Bojonegoro bakal terus diperkuat.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan sarana dan prasarana Unit Kerja Keimigrasian (UKK), termasuk mengkaji pemanfaatan gedung yang saat ini belum digunakan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, Henry Wibowo, menegaskan bahwa pembenahan fasilitas menjadi bagian penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Menurut Henry, keberadaan gedung kosong di sekitar UKK tidak boleh dibiarkan menjadi ruang yang tidak produktif. Fasilitas tersebut akan dikaji agar dapat dimanfaatkan untuk menunjang pengembangan layanan sekaligus menciptakan ruang pelayanan yang lebih representatif.
“Kami akan melakukan kajian terhadap pemanfaatan gedung yang ada, sehingga dapat mendukung pengembangan layanan dan memberikan ruang pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat Bojonegoro,” tegas Henry.
Pernyataan tersebut disampaikan Henry saat mendampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, meninjau langsung layanan UKK Kantor Imigrasi Tanjung Perak di Bojonegoro, Rabu (26/8/2026).
Dalam peninjauan itu, Novianto melihat langsung proses pelayanan paspor sekaligus mengecek kondisi fasilitas di sekitar UKK. Ia meminta agar potensi sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Bagi Henry, arahan tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi lebih serius terhadap kebutuhan UKK. Ia menilai pengembangan pelayanan harus dibarengi dengan dukungan fasilitas yang memadai agar masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan yang cepat, tetapi juga nyaman dan representatif.
“Kami akan menindaklanjuti arahan Kakanwil dengan melihat kebutuhan pelayanan di lapangan. Sarana yang tersedia akan kami kaji pemanfaatannya agar benar-benar bisa mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Henry.
Kebutuhan penguatan layanan tersebut terlihat dari tingginya aktivitas masyarakat di UKK Bojonegoro. Pada saat peninjauan, sebanyak 123 pemohon tercatat menggunakan layanan M-Paspor, sementara empat pemohon memanfaatkan layanan percepatan.
Angka itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian di Bojonegoro cukup tinggi. Kondisi tersebut sekaligus menjadi alasan bagi Imigrasi Tanjung Perak untuk memastikan kapasitas layanan dan fasilitas terus disesuaikan.
Henry menegaskan, optimalisasi UKK bukan sekadar soal menambah atau menggunakan ruangan, tetapi bagaimana setiap fasilitas yang tersedia mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin pelayanan di UKK ini semakin optimal. Karena itu, fasilitas yang ada harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kebutuhan masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.
Langkah Imigrasi Tanjung Perak tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Dengan dukungan sarana yang lebih memadai, UKK Bojonegoro diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin efektif, nyaman, cepat, dan akuntabel. HUM/BAD


