JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Sosok Febrio Adiono menjadi sorotan dalam kasus kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, setelah disebut menjadi salah satu pengantar jasad korban, Senin 10 Agustus 2026.
Kematian Sutrimo masih menyisakan sejumlah pertanyaan karena pria tersebut ditemukan dalam kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan tersebut.
Nama Sutrimo juga ramai dikaitkan dengan mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah karena disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga (Karumga) Febrie.
Namun, hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Di tengah penyelidikan tersebut, nama Febrio Adiono ikut mencuat setelah disebut menjadi salah satu orang yang mengantar jasad Sutrimo.
Kejagung Akui Febrio Pegawai, Bukan Jaksa
Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna membenarkan bahwa Febrio Adiono merupakan pegawai Kejaksaan.
Namun, Anang menegaskan Febrio bukan seorang jaksa dan saat ini berstatus sebagai staf administrasi.
“Yang namanya saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan,” kata Anang saat ditemui wartawan, Jumat 7 Agustus 2026.
Anang juga membenarkan Febrio pernah menjadi staf sekaligus ajudan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Setelah Febrie tersangkut perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrio disebut kini hanya menjalankan tugas sebagai staf administrasi.
“Stafnya (Febrie) ya, iya (stafnya Febrie), (saat ini) staf biasa, enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya),” ujar Anang.
Kejagung Tak Kenal Sutrimo
Mengenai sosok Sutrimo yang disebut-sebut sebagai Karumga Febrie Adriansyah, Anang mengaku tidak mengenalnya.
Anang bahkan menyatakan Sutrimo bukan bagian dari Kejaksaan sehingga dirinya tidak dapat memberikan komentar mengenai status tersebut.
“Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan, jadi saya tidak berhak mengomentari itu,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut membuat status Sutrimo sebagai Karumga Febrie masih menjadi tanda tanya.
Polisi Dalami Identitas Febrio
Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan identitas Febrio Adiono akan didalami dalam penyelidikan kasus kematian Sutrimo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidik masih akan memastikan kebenaran informasi mengenai status Febrio sebagai pegawai Kejagung.
“Nah ini nanti akan didalami, benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung,” kata Budi, Minggu 9 Agustus 2026.
Polisi kini juga mendalami laporan mengenai kematian Sutrimo yang disebut terjadi dalam kondisi tidak wajar.
Kasus tersebut telah dilaporkan kepada Bareskrim Polri oleh pihak yang meminta kepolisian mengusut penyebab kematian korban.
“Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar,” ucap Budi.
Jasad Sutrimo Segera Diekshumasi
Untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo, polisi akan melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban.
Ekshumasi merupakan proses penggalian atau pembongkaran kembali jenazah dari dalam kubur oleh pihak berwenang untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan.
Budi memastikan proses tersebut akan segera dilakukan guna mengetahui penyebab kematian Sutrimo.
“Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian,” ucapnya.
Sebelum ekshumasi dilakukan, polisi juga akan kembali memeriksa dokter RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo.
Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan depan dan merupakan pemanggilan ulang setelah dokter tersebut sebelumnya tidak hadir.
“Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit,” imbuh Budi.
Polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti untuk mengurai rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo ditemukan meninggal dunia.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Sutrimo, termasuk keterkaitan Febrio Adiono dalam peristiwa tersebut, masih dalam penyelidikan polisi. HUM/GIT


