JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Direktorat Jenderal Imigrasi terus memperkuat konsolidasi internal guna menghadapi berbagai dinamika tugas keimigrasian yang semakin kompleks.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memberikan penguatan kepada seluruh jajaran sebagai langkah strategis untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat komitmen, serta menjaga profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.
Dalam arahannya, Dirjen menegaskan bahwa soliditas organisasi menjadi kunci utama dalam memastikan pelayanan publik, pengawasan orang asing, serta penegakan hukum keimigrasian berjalan optimal dan berintegritas.
“Di tengah tantangan yang terus berkembang, seluruh jajaran harus tetap solid, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Imigrasi tidak boleh lengah dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum,” tegasnya.
Sebagai institusi strategis yang berada di garis depan penjagaan kedaulatan negara, Imigrasi memiliki peran vital dalam mengatur lalu lintas orang keluar dan masuk wilayah Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat peningkatan signifikan dalam mobilitas internasional, dengan lebih dari 100 juta perlintasan orang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di seluruh Indonesia.
Hal ini menuntut kesiapan sistem, sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Selain itu, Imigrasi juga terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi digital, seperti penerapan autogate di bandara internasional, layanan paspor elektronik (e-paspor), serta pengembangan sistem aplikasi berbasis daring untuk mempermudah masyarakat.
Di sisi pengawasan, Imigrasi secara konsisten melakukan operasi gabungan dan tindakan administratif keimigrasian terhadap warga negara asing yang melanggar aturan.
Penindakan terhadap pelanggaran izin tinggal, penyalahgunaan visa, hingga tindak pidana keimigrasian menjadi bagian dari komitmen menjaga ketertiban dan keamanan nasional.
Semangat “Imigrasi untuk Rakyat” kembali ditekankan sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. Melalui semangat ini, Imigrasi diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, responsif terhadap kebutuhan publik, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanis tanpa mengabaikan aspek kedaulatan negara.
“Kehadiran Imigrasi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita harus hadir sebagai institusi yang melayani dengan cepat, tepat, dan humanis, namun tetap tegas dalam menjaga kedaulatan negara,” tambahnya.
Dengan penguatan konsolidasi ini, Direktorat Jenderal Imigrasi optimistis mampu menjawab tantangan ke depan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan keimigrasian di Indonesia. HUM/BAD

