MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Dewas KPK Usut Polemik Tahanan Rumah Yaqut di Jakarta, Pelapor Mulai Diperiksa

Publisher: Redaktur 17 April 2026 2 Min Read
Share
Yaqut Cholil Qoumas tiba di Gedung Merah Putih KPK usai menjalani tahanan rumah.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Dewan Pengawas KPK mulai mengusut polemik pengalihan status tahanan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah dengan memeriksa pelapor, Rabu 15 April 2026.

Langkah KPK yang sempat mengalihkan status penahanan Yaqut Cholil Qoumas dari rumah tahanan menjadi tahanan rumah saat Lebaran menuai sorotan publik dan dilaporkan ke Dewas KPK oleh sejumlah elemen masyarakat.

Ketua Dewas KPK Gusrizal mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah aduan sejak Rabu 25 Maret 2026 yang mempertanyakan dasar hukum dan etik keputusan tersebut.

“Dewas telah menerima sejumlah aduan dari berbagai elemen masyarakat. Pengaduan tersebut mempertanyakan landasan hukum dan etik di balik keputusan pengalihan status penahanan tersangka,” ujarnya.

Baca Juga:  138 Orang Daftar Capim KPK, 104 Pendaftar Dewas

Selain itu, Gusrizal memastikan seluruh aduan telah didisposisi untuk segera ditindaklanjuti sejak Senin 30 Maret 2026 sesuai prosedur operasional baku yang berlaku.

“Kami menegaskan akan menindaklanjuti aduan-aduan tersebut sesuai ketentuan dan prosedur operasional baku,” katanya.

Sementara itu, Dewas KPK mulai memeriksa pelapor, salah satunya Ketua Umum ARUKKI Marselinus Edwin Hardhian yang dimintai klarifikasi di Gedung ACLC KPK.

“Hari ini saya datang sebagai pelapor untuk dimintai keterangan terkait dasar laporan yang kami ajukan,” kata Marselinus.

Menurutnya, laporan tersebut didasari dugaan ketidaktransparanan KPK dalam menyampaikan informasi kepada publik terkait pengalihan penahanan Yaqut.

Baca Juga:  KPK Temukan Dokumen di Mobil Harun Masiku yang Terparkir 2 Tahun di Jakarta

“Informasi tidak disampaikan secara terbuka dan masyarakat justru mengetahui dari sumber lain, sementara alasan yang disampaikan juga berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menambahkan adanya perbedaan alasan mulai dari permohonan keluarga, kondisi kesehatan hingga strategi penyidikan menimbulkan dugaan ketidakterbukaan informasi.

Selain itu, Marselinus mempertanyakan efektivitas alasan strategi penyidikan yang digunakan KPK karena hingga kini belum ada hasil yang disampaikan kepada publik.

“Kami mempertanyakan apakah strategi tersebut benar dilakukan atau tidak berhasil karena tidak ada hasil yang diumumkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengaku belum menerima surat permintaan keterangan dari Dewas KPK dan memilih menunggu proses yang berjalan.

Baca Juga:  Kajati Bali Chatarina Muliana Dimutasi, Setiawan Budi Cahyono Ditunjuk Pengganti

“Ya kita tunggu prosesnya saja,” ujarnya. HUM/GIT

TAGGED: arukki, Dewas KPK, eks menag, kasus korupsi, KPK, KPK Jakarta, laporan masyarakat, marselinus, Pelanggaran Etik, Setyo Budiyanto, tahanan rumah, Yaqut Cholil
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Listyo Sigit Menghadap Prabowo, Terima Arahan Khusus soal Program Nasional
20 Oktober 2026
Prabowo Minta Listyo Sigit Kawal Program Nasional Jelang Dua Tahun Pemerintahan
20 Oktober 2026
Survei Kepuasan Prabowo 2026, PPI 65,4 Persen, SMRC 44,5 Persen
20 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Airlangga Sebut Politik dan Ekonomi Indonesia Stabil
20 Oktober 2026
Survei Poltracking 2026: Kepuasan Ekonomi Prabowo-Gibran Hanya 36,8 Persen
20 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Listyo Sigit Menghadap Prabowo, Terima Arahan Khusus soal Program Nasional
20 Oktober 2026
Prabowo Minta Listyo Sigit Kawal Program Nasional Jelang Dua Tahun Pemerintahan
20 Oktober 2026
Survei Kepuasan Prabowo 2026, PPI 65,4 Persen, SMRC 44,5 Persen
20 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Airlangga Sebut Politik dan Ekonomi Indonesia Stabil
20 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Listyo Sigit Menghadap Prabowo, Terima Arahan Khusus soal Program Nasional

Nasional

Prabowo Minta Listyo Sigit Kawal Program Nasional Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Nasional

Survei Kepuasan Prabowo 2026, PPI 65,4 Persen, SMRC 44,5 Persen

Nasional

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Airlangga Sebut Politik dan Ekonomi Indonesia Stabil

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?