JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali menjalani tahanan di rutan KPK setelah sempat menjadi tahanan rumah sejak Kamis 19 Maret 2026.
Yaqut mengaku bersyukur bisa bertemu orang tua pada momen Lebaran dan menyebut pengalihan status tahanan itu atas permohonan keluarganya.
Status Yaqut sebagai tahanan rumah memicu respons publik dan sorotan dari eks penyidik KPK serta organisasi masyarakat.
“Alhamdulillah saya bisa sungkem ke ibu saya, ke ibunda saya,” ujar Yaqut saat tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani tahanan rutan.
Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap menilai pengalihan status tahanan Yaqut menimbulkan citra negatif bagi KPK di mata publik.
“Walau akhirnya KPK mencabut status tahanan rumah dan mengembalikan Yaqut ke rutan, namun nasi sudah menjadi bubur, kecaman terhadap KPK marak di pemberitaan dan sosial media,” kata Yudi, Selasa 24 Maret 2026.
Yudi menekankan bahwa KPK perlu menempatkan koruptor di rutan sebagai efek jera dan mempercepat penanganan kasus agar transparansi tercapai.
“Sebenarnya bukan hal yang sulit jika Dewas KPK proaktif menginvestigasi pengalihan tahanan dan memanggil penyidik serta pimpinan terkait untuk mendapatkan gambaran utuh,” tambahnya.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengirim spanduk ‘satire’ piagam penghargaan ke KPK terkait pengalihan status Yaqut menjadi tahanan rumah.
“Hari ini saya mengirimkan lima banner piagam penghargaan kepada KPK. Selamat atas pemecahan rekor pengalihan penahanan rumah orang istimewa,” ujar Boyamin, Selasa 24 Maret 2026.
Boyamin berharap spanduk itu menjadi pengingat bagi KPK untuk tidak mengulang keputusan serupa yang menuai kritikan publik.
KPK menanggapi aksi MAKI secara positif. Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebutnya sebagai ekspresi publik yang diterima dengan baik dan mencerminkan perhatian masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
“KPK menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pemberantasan korupsi untuk memastikan setiap proses berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Budi. HUM/GIT

