MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Panglima TNI Tegaskan Status Siaga 1 Hanya Uji Kesiapsiagaan Personel dan Materiel

Publisher: Redaktur 11 Maret 2026 3 Min Read
Share
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto buka suara terkait keputusan menetapkan status Siaga 1 di lingkungan TNI. Ia menegaskan bahwa istilah tersebut merupakan hal yang lazim dalam dunia militer untuk menguji kesiapsiagaan personel dan materiel.

Hal itu disampaikan Agus kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

“Ya kita menguji kesiapsiagaan personel dan materiel. Jadi hal yang biasa,” kata Agus.

Agus menekankan bahwa status Siaga 1 bukan sesuatu yang luar biasa. Menurutnya, istilah tersebut sudah lama digunakan di lingkungan militer, termasuk untuk memastikan kesiapan pasukan dalam menghadapi bencana alam.

Baca Juga:  Panglima TNI Usulkan Kenaikan Tukin 80 Persen: Efisiensi Kinerja dan Fokus pada Program Kesejahteraan

Ia menjelaskan, setiap Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki satu batalyon yang disiagakan sebagai pasukan reaksi cepat dalam penanggulangan bencana.

“Siaga 1 itu kan istilah di militer, istilah yang biasa di militer. Saya sudah berlakukan Siaga 1 tentunya di satuan-satuan itu pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam. Jadi tiap Kodam itu satu batalyon Siaga 1 apabila di wilayahnya ada bencana alam,” ujarnya.

Agus juga menanggapi sorotan publik terkait konvoi kendaraan taktis TNI di kawasan Monas, Jakarta. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi kesiapsiagaan untuk mengukur kecepatan mobilisasi pasukan menuju ibu kota.

“Itu menguji kesiapsiagaan personel dengan materielnya. Itu kan dari wilayah-wilayah itu ke Jakarta berapa menit, kita hitung. Kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Rotasi dan Mutasi 52 Perwira Tinggi TNI

Menurut Agus, tidak ada batas waktu khusus dalam pemberlakuan status Siaga 1 tersebut. Setelah proses uji kesiapsiagaan selesai, pasukan akan kembali ke kesatuan masing-masing.

“Nggak ada, itu kan uji kesiapsiagaan. Kalau sudah kita cek, kita kembalikan lagi ke kesatuan,” katanya.

Diketahui, perintah Siaga 1 tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Surat telegram itu memerintahkan seluruh jajaran TNI melaksanakan Siaga Tingkat 1 untuk mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri yang dipengaruhi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kapuspen TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari tugas pokok TNI yang diamanatkan dalam Undang-Undang TNI, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman terhadap keutuhan negara. HUM/GIT

Baca Juga:  Panglima Pimpin Korps Kenaikan Pangkat 16 Pati TNI, Ini Daftarnya
TAGGED: Agus Subiyanto, Kapuspen TNI, kendaraan taktis tni monas, kesiapsiagaan tni, kodam siaga 1, konflik timur tengah, Panglima TNI, siaga 1 tni, telegram panglima tni, tni siaga
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook
11 Maret 2026
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
11 Maret 2026
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek
11 Maret 2026
Nadiem Makarim Akui Lelah Usai 11 Jam Jadi Saksi Sidang Korupsi Chromebook di Tipikor Jakarta
11 Maret 2026
Iran Tutup Selat Hormuz, IRGC Beri Syarat Negara yang Ingin Melintas Jalur Minyak Dunia
11 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook
11 Maret 2026
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
11 Maret 2026
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek
11 Maret 2026
Nadiem Makarim Akui Lelah Usai 11 Jam Jadi Saksi Sidang Korupsi Chromebook di Tipikor Jakarta
11 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook

Korupsi

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek

Korupsi

Nadiem Makarim Akui Lelah Usai 11 Jam Jadi Saksi Sidang Korupsi Chromebook di Tipikor Jakarta

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?