JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kepala Seksi Bidang Akreditasi Kelembagaan dan Sistem Manajemen K3 Kemnaker 2015-2020, Chandrales Riawati Dewi, mengaku menerima Rp 65 juta terkait pengurusan sertifikasi K3 saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat 13 Februari 2026.
Pengakuan tersebut disampaikan dalam sidang kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 di lingkungan Kemnaker. Majelis hakim mencecar Dewi terkait tujuan pemberian uang terima kasih dari Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).
“Terima kasih atas apa?” tanya ketua majelis hakim, Nur Sari Baktiana.
“Mungkin karena kami membantu,” jawab Dewi.
Hakim kemudian menegaskan bahwa saksi merupakan bagian dari proses penerbitan sertifikat sehingga tidak ada alasan ketidakpastian atas maksud pemberian uang tersebut.
“Tidak mungkin karena ibu ada di situ, ibu adalah orang yang bagian dari proses itu. Jadi tidak ada kata mungkin. Ibu ada dalam proses bisnis di situ sehingga pertanyaannya, terima kasih atas apa?” cecar hakim.
“Membantu memproses sertifikat,” jawab Dewi.
Hakim kembali meminta Dewi menjelaskan secara jujur maksud pemberian uang tersebut, mengingat tugas Kemnaker memang menerbitkan sertifikat K3 bagi PJK3.
“Kemnaker ini bukan membantu memang tugasnya untuk memproses dan mengeluarkan sertifikat yang dibutuhkan oleh PJK3, sehingga ketika ada uang terima kasih yang kemudian beralih definisi menjadi uang teknis, di pemahaman ibu dan rekan-rekan sejawat, ini terima kasih karena apa?” tanya hakim.
“Membantu proses penerbitan sertifikat,” jawab Dewi.
Hakim menekankan bahwa penerbitan sertifikat merupakan tugas pokok dan fungsi Kemnaker. Dewi akhirnya mengakui tujuan pemberian uang tersebut agar proses penerbitan sertifikat dipercepat.
“Agar cepat,” jawab Dewi.
Jaksa kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait penerimaan uang nonteknis dari PJK3 sebesar Rp 65 juta yang disebut diterima sejak 2019 hingga 2025.
“Izin Pak, itu kemarin penyidik dari 2019 menyatakan seperti itu,” jawab Dewi.
Dalam perkara ini terdapat 11 terdakwa, yakni Immanuel Ebenezer atau Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025, Subhan selaku Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025, Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022, Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025, Sekarsari Kartika Putri selaku Subkoordinator Bidang Pengembangan Kelembagaan K3 pada Ditjen Binwasnaker dan K3, Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020, Supriadi selaku Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda selaku Subkoordinator Bidang Pemberdayaan Personel K3 pada Ditjen Binwasnaker dan K3, Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia, dan Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia. HUM/GIT


