JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara tiga tersangka klaster kedua kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa, ke Kejaksaan, Senin, 12 Januari 2026.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Iman Imanuddin mengatakan pelimpahan dilakukan setelah proses pemberkasan dinyatakan selesai.
“Sudah kami limpahkan untuk tiga tersangka yang sebelumnya,” kata Iman kepada wartawan.
Selain itu, penyidik Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara khusus terkait penanganan kasus tersebut. Gelar perkara khusus itu menjadi dasar percepatan pemberkasan seluruh klaster perkara.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto menegaskan seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional, proporsional, dan berbasis keilmuan.
“Proses penyidikan selalu menggunakan keilmuan dan dilakukan secara saintifik,” ujar Budi.
Ia menambahkan, dalam gelar perkara khusus yang dilaksanakan pada 15 Desember 2025, tidak lagi terdapat perdebatan substantif terkait ijazah.
“Itulah gunanya kami menyampaikan konferensi pers untuk memberikan informasi kepada publik terkait hasil dan tindak lanjut gelar perkara khusus,” ucapnya.
Diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus yang dilaporkan oleh Joko Widodo. Klaster pertama terdiri atas Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Adapun klaster kedua terdiri atas Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa. Dalam penyidikan, polisi telah memeriksa 130 saksi, menyita 17 jenis barang bukti, 709 dokumen, serta meminta keterangan 22 ahli dari berbagai bidang. HUM/GIT


