MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kisah Amellia, Sopir Ambulans Wanita yang Siaga Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny

Publisher: Redaktur 8 Oktober 2025 3 Min Read
Share
Amellia saat bertugas di balik kemudi ambulans selama proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.
Ad imageAd image

SIDOARJO, Memoindonesia.co.id – Deru sirene ambulans memecah kepanikan di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin 29 September 2025  sore. Musala ponpes itu tiba-tiba ambruk, menimbulkan luka mendalam bagi para santri, keluarga, dan masyarakat.

Di tengah kepanikan, sejumlah relawan berdatangan untuk membantu proses penyelamatan, termasuk para pengemudi ambulans yang tanpa lelah mengevakuasi para korban.

Salah satu sosok yang berperan penting dalam koordinasi armada ambulans adalah Amellia (42), seorang sopir ambulans wanita yang telah terjun dalam dunia kemanusiaan sejak tahun 2016. Ia memimpin puluhan relawan dari berbagai organisasi dan yayasan yang turut membantu proses evakuasi korban ambruknya Ponpes Al Khoziny.

Baca Juga:  Dua Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

“Saya koordinator ambulans. Senin jam 16.15 WIB ambulans sudah standby atas permintaan Polresta Sidoarjo. Awalnya ada 15 unit, lalu bertambah hingga 36. Sekarang, karena sudah selesai, tinggal sekitar 10 unit,” ujar Amellia, Selasa 7 Oktober 2025.

Amellia dan timnya langsung bergerak tak lama setelah musibah terjadi. Mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mereka berjibaku tanpa henti sejak hari pertama hingga hari kedelapan operasi evakuasi. Tak ada waktu istirahat yang cukup, hanya semangat kemanusiaan yang menjadi bahan bakar mereka untuk terus melaju.

“Kalau panik, pasti iya. Kita nggak ada jam istirahat. Setelah mengantar jenazah ke RS Bhayangkara Polda Jatim, baru istirahat sebentar, lalu lanjut lagi,” kisahnya.

Baca Juga:  Tim Penyidik Polda Jatim Buru Tersangka Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Sebagian besar armada ambulans yang digunakan merupakan milik pribadi atau organisasi nonpemerintah. Amellia sendiri membawa dua ambulans dari Info Lantas Sidoarjo (ILS). Pada hari pertama kejadian, satu ambulans bahkan bisa mengangkut hingga tiga korban luka.

“Kita stay di sini 24 jam. Ada yang bawain baju. Yang rumahnya dekat pulang, sisanya tetap di lokasi, bolak-balik terus,” lanjutnya.

Bukan hanya kelelahan fisik yang mereka rasakan, namun juga tekanan emosional. Saat pertama kali tiba di lokasi dan melihat santri-santri kecil berlarian dengan wajah berdebu dan penuh tangis, Amellia tak kuasa menahan air mata.

Baca Juga:  Sukses Cerita Ibu-ibu Penerima Program KURMA: Bantu Ekonomi Keluarga dari Warung Kopi hingga Kuliner

“Hari pertama pasti nangis. Awalnya dikira cuma 15 anak, ternyata banyak sekali yang berlari dengan wajah berdebu sambil menangis,” ungkapnya.

Kini, setelah operasi pencarian korban resmi berakhir pada hari kesembilan, Amellia dan tim masih melanjutkan tugas kemanusiaan mereka. Ambulans kini bersiaga di Polda Jatim, menunggu giliran mengantar para santri yang telah teridentifikasi ke rumah duka masing-masing.

“Ini panggilan kemanusiaan. Kita datang, evakuasi, selesaikan, lalu pulang. Nggak ada gaji, kita murni relawan,” tegas Amellia. HUM/GIT

TAGGED: Amellia, evakuasi korban, Info Lantas Sidoarjo, operasi SAR, Ponpes Al Khoziny, relawan, RS Bhayangkara Polda Jatim, Sidoarjo, sopir ambulans
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

ABK Belawan Fandi Ramadhan Dituntut Hukuman Mati dalam Kasus 2 Ton Sabu di Batam
27 Februari 2026
Kejati DKI Geledah Tiga Lokasi di Jakarta dan Depok Terkait Dugaan Korupsi PLN
27 Februari 2026
Lima Terdakwa Korupsi Minyak Mentah Divonis 9 hingga 13 Tahun
27 Februari 2026
Muhamad Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah
27 Februari 2026
Korban Phishing E-Tilang Palsu Apresiasi Bareskrim Polri
27 Februari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

ABK Belawan Fandi Ramadhan Dituntut Hukuman Mati dalam Kasus 2 Ton Sabu di Batam
27 Februari 2026
Kejati DKI Geledah Tiga Lokasi di Jakarta dan Depok Terkait Dugaan Korupsi PLN
27 Februari 2026
Lima Terdakwa Korupsi Minyak Mentah Divonis 9 hingga 13 Tahun
27 Februari 2026
Muhamad Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah
27 Februari 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kejaksaan

ABK Belawan Fandi Ramadhan Dituntut Hukuman Mati dalam Kasus 2 Ton Sabu di Batam

Korupsi

Kejati DKI Geledah Tiga Lokasi di Jakarta dan Depok Terkait Dugaan Korupsi PLN

Korupsi

Lima Terdakwa Korupsi Minyak Mentah Divonis 9 hingga 13 Tahun

Korupsi

Muhamad Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?