MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Jabatan Strategis Diisi dari Instansi Lain, Benny K Harman: Apa Nggak Ada yang Baik di Dalam Kemenkumham

Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan

Publisher: Admin 14 Juni 2024 3 Min Read
Share
anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman
anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM yang disorot anggota Komisi III DPR RI, Supriansa, juga memantik reaksi anggota lainnya.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menkumham Yasonna H Laoly, Rabu, 12 Juni 2024, dipimpin Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman, juga ikut menanggapi.

Ia lantas menggarisbahi apa yang diungkap Supriansa mengenai mutasi, promosi dan demosi di lingkungan Kemenkumham. Ia mencontohkan adanya pejabat struktural yang bisa diberhentikan menjadi pejabat fungsional tanpa penjelasan.

“Begitu juga sebaliknya, malah yang lebih jelek lagi, yang bermasalah malah dipromosikan ke jabatan-jabatan struktural. Apa ini?” tukas Benny geram.

Baca Juga:  Demokrat Jawa Timur Siapkan 120.800 Saksi TPS untuk Menang Pemilu 2024

“Perlu kasih tahu kami, Pak Menkumham kenapa ada Plt yang begitu lama. Saya yakin Pak Menkumham tidak tahu apa yang tadi disampaikan oleh Bapak Ansa. Atau mungkin tahu tapi sibuk-sibuk yang lainnya. Pura-pura ndak tahu,” tutur Benny.

Benny juga menyoroti pihak luar yang menjadi pejabat struktural dan startegis di Kemenkumham.

“Ketika kita ngomong soal promosi dulu, tiba-tiba Pak Menkumham angkat Dirjen dari instansi lain. Lalu temen-temen di Kemenkumham itu kemana nanti. Tiba-tiba, mohon maaf, jenderal polisi lah, ya jaksa lah tanpa mengurangi hormat saya kepada Jampidum. Menjadi pertanyaan pak, apa ini? Apa nggak ada yang baik di dalam (Kemenkumham)?” tanya Benny.

Benny K Harman juga menyoroti masalah pungli di Lapas dan Rutan.

Baca Juga:  RUU KUHAP di Ambang Ketidakpastian, Reformasi Hukum Terancam Gagal Lagi?

“Saya beberapa kali mengunjungi Lapas dan Rutan. Cerita tentang Rutan, dulu Pak Menkumham juga pernah duduk di sini (Komisi III DPR) 10 tahun juga, beliau selalu duduk di depan sini, itu cerita dulu kita itu sama. Yaitu cerita tentang pungli di Lapas dan Rutan,” tutur politisi senior ini.

Menurutnya, pungli di Rutan dan Lapas menjadi masalah yang sudah lama. Namun sampai sekarang belum terselesaikan.

“Saya pernah berbisik kepada Pak Yasona ketika duduk bersama beliau di sini (Komisi III DPR). Pada waktu itu Menkum HAM dijabat Pak Andi Manttalatta, saya berbisik kepada beliau Pak Yosona kalau bapak nanti jadi Menkumham, Lapas dan Rutan ini, jangan ada pungli,” cerita Benny.

Baca Juga:  Ida Budhiati Soroti Persepsi Negatif ke KPK, Mau Ubah Pemeriksaan Kode Etik

“Tuhan Maha baik, doa saya terkabulkan. Bapak jadi Menkumham 10 tahun. Tetapi selama 10 tahun ini pungli tumbuh subur di Lapas dan Rutan. Saya ndak tau apa masalahnya, transaksi narkotika juga terjadi di Lapas,” sambung Benny.

Menurut Benny, praktik suap dan pungli ini sudah membudaya di Rutan dan Lapas. Karena itu, ia pesimis praktik kotor itu bisa dihentikan atau tidak.

“Pungli di rutan, termasuk di kampung saya di Kupang (NTT). Rutan Kelas IIB Lapas itu paraktik pungli. Yang agak aneh, sudah dilaporkan ke Kanwil Hukum dan HAM-nya tapi juga sepertinya dianggap angin lalu,” kata Benny. */HUM/CAK

TAGGED: Benny K Harman, Jual Beli Jabatan, Komisi III DPR RI, Menkumham Yasonna H Laoly, Partai Demokrat, Supriansa
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS di Jakarta Ganti Baju saat Kabur
17 Maret 2026
KPK Periksa Bupati Cilacap di Banyumas Hindari Konflik Kepentingan
17 Maret 2026
KPK Geledah Kantor dan Rumdin Bupati Cilacap, Sita Bukti Pengumpulan THR
17 Maret 2026
Ledakan Gegerkan Masjid di Jember saat Salat Tarawih, Satu Warga Terluka
17 Maret 2026
Polisi Ungkap Rute Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
17 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS di Jakarta Ganti Baju saat Kabur
17 Maret 2026
KPK Periksa Bupati Cilacap di Banyumas Hindari Konflik Kepentingan
17 Maret 2026
KPK Geledah Kantor dan Rumdin Bupati Cilacap, Sita Bukti Pengumpulan THR
17 Maret 2026
Ledakan Gegerkan Masjid di Jember saat Salat Tarawih, Satu Warga Terluka
17 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS di Jakarta Ganti Baju saat Kabur

Korupsi

KPK Periksa Bupati Cilacap di Banyumas Hindari Konflik Kepentingan

Korupsi

KPK Geledah Kantor dan Rumdin Bupati Cilacap, Sita Bukti Pengumpulan THR

Peristiwa

Ledakan Gegerkan Masjid di Jember saat Salat Tarawih, Satu Warga Terluka

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?