MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

DKPP Bisa Periksa KPU soal Ijazah Gibran Jika Ada Aduan, Ini Syaratnya

Publisher: Redaktur 8 Oktober 2026 3 Min Read
Share
Ilustrasi KPU terkait polemik ijazah Gibran.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id   – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membuka peluang memeriksa Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tetapi pemeriksaan hanya dapat dilakukan jika ada pengaduan, Kamis 8 Oktober 2026.

 

Ketua DKPP Heddy Lugito mengatakan undang-undang membatasi kewenangan DKPP untuk bersikap pasif. Artinya, DKPP hanya dapat memeriksa perkara setelah menerima aduan.

 

“Undang-undang membatasi kewenangan DKPP bersikap pasif. Memeriksa perkara bila ada aduan masuk. Tanpa adanya pengaduan, tidak dibenarkan melakukan pemeriksaan,” ujar Heddy kepada wartawan, Kamis 8 Oktober 2026.

 

Heddy menegaskan DKPP wajib memeriksa pengaduan yang masuk sepanjang memenuhi persyaratan formil dan materiil.

Baca Juga:  Adies Kadir Jadi Hakim MK, Adela Kanasya Berpeluang Gantikan Kursi Ayahnya di DPR

 

“DKPP juga tidak boleh menolak pengaduan sepanjang pengaduan itu memenuhi syarat formil dan materiil,” katanya.

 

Pernyataan DKPP tersebut muncul setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan SMA atau sederajat Gibran.

 

Dalam putusan terkait gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024, MK menyatakan certificate of attendance dan dokumen lain yang menjadi dasar penerbitan Surat Keterangan Penyetaraan Nomor 9149/D.D1/KS/2019 tidak menerangkan keberhasilan menamatkan jenjang pendidikan tertentu.

 

“Sementara itu, certificate of attendance dan dokumen lainnya yang digunakan sebagai dasar penerbitan Suket nomor 9149/D.D1/KS/2019 sama sekali tidak menerangkan perihal keberhasilan menamatkan jenjang pendidikan tertentu, melainkan hanya menerangkan sebatas kehadiran dalam perkuliahan,” kata Hakim MK Arsul Sani.

Baca Juga:  Ketua MK Tegur KPU dan Bawaslu di Sidang MK karena Diduga Tidur

 

Meski demikian, MK menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari posisinya sebagai Wakil Presiden.

 

“Mahkamah tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dalam posisinya sebagai Wakil Presiden sebagaimana yang dimohonkan dalam petitum para pemohon,” ujar Hakim MK Adies Kadir.

 

MK juga menyatakan persoalan keabsahan dan keterpenuhan syarat pencalonan tersebut menjadi ranah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menilainya.

 

“Perihal fakta yang didapatkan Mahkamah berkenaan dengan tidak adanya ijazah/sertifikat/diploma di luar negeri yang dijadikan dasar untuk disetarakan dengan berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat, secara substansial menjadi ranah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menilai keabsahan dan keterpenuhan syarat calon presiden dan calon wakil presiden sebagaimana diatur dalam UUD NRI Tahun 1945,” ujar Adies. HUM/GIT

Baca Juga:  Data KPK soal Cakada Tersangka Dinanti KPU
TAGGED: aduan DKPP, DKPP, Gibran, Heddy Lugito, Ijazah Gibran, KPU, Mahkamah Konstitusi, MK, penyelenggara pemilu, Pilpres 2024, polemik ijazah, Wakil Presiden
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Nusron Wahid Absen Diperiksa KPK, Ketua KPK Soroti Soal Atur Waktu
8 Oktober 2026
Kode ‘Kue’ di Balik Rp 20 Miliar untuk Febrie
8 Oktober 2026
Jaksa Ungkap Kode ‘Kue’ untuk Setoran Rp 20 Miliar ke Febrie Adriansyah
8 Oktober 2026
3 Brankas, 74 Kg Emas dan Aliran Ratusan Miliar Terungkap di Dakwaan Febrie
8 Oktober 2026
MK Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran, Ini Pasal UU Pemilu yang Disorot
8 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Nusron Wahid Absen Diperiksa KPK, Ketua KPK Soroti Soal Atur Waktu
8 Oktober 2026
Kode ‘Kue’ di Balik Rp 20 Miliar untuk Febrie
8 Oktober 2026
Jaksa Ungkap Kode ‘Kue’ untuk Setoran Rp 20 Miliar ke Febrie Adriansyah
8 Oktober 2026
3 Brankas, 74 Kg Emas dan Aliran Ratusan Miliar Terungkap di Dakwaan Febrie
8 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Nusron Wahid Absen Diperiksa KPK, Ketua KPK Soroti Soal Atur Waktu

Korupsi

Kode ‘Kue’ di Balik Rp 20 Miliar untuk Febrie

Korupsi

Jaksa Ungkap Kode ‘Kue’ untuk Setoran Rp 20 Miliar ke Febrie Adriansyah

Korupsi

3 Brankas, 74 Kg Emas dan Aliran Ratusan Miliar Terungkap di Dakwaan Febrie

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?