MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

KPK Amankan 17 Orang dalam OTT HGB, Tiga Nama Punya Jejak dengan Nusron Wahid

Publisher: Redaktur 15 September 2026 6 Min Read
Share
Jubir KPK Budi Prasetyo.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – KPK mengamankan 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 14 September 2026.

Contents
Lampri, Pejabat yang Diangkat NusronFahd Arafiq dan Persinggungan Politik GolkarArif Sugiyanto dan Jejak GolkarKPK Dalami Peran 17 Orang

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai pejabat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), mantan bupati hingga politisi.

Dari 17 orang tersebut, setidaknya terdapat tiga nama yang memiliki jejak keterkaitan dengan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid. Ketiganya yakni Lampri, Fahd El Fouz Arafiq alias Fahd Arafiq, dan Arif Sugiyanto.

Keterkaitan ketiganya dengan Nusron berada dalam konteks berbeda. Lampri memiliki hubungan struktural di lingkungan Kementerian ATR/BPN, sedangkan Fahd dan Arif memiliki persinggungan melalui aktivitas politik Partai Golkar.

Fakta tersebut menjadi perhatian setelah KPK menegaskan bahwa OTT untuk sementara diduga berkaitan dengan perbuatan oknum secara personal. KPK juga belum mengaitkan perkara tersebut dengan kepentingan kelompok maupun partai politik tertentu.

“Tentunya kami melihat pada tahap awal ini, di tahap penyelidikan ini, ini adalah dugaan perbuatan oknum personal,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin 14 September 2026 malam.

Baca Juga:  Menang Praperadilan, KPK Panggil Hasto Kristiyanto Pekan Depan

Lampri, Pejabat yang Diangkat Nusron

Lampri merupakan pejabat Kementerian ATR/BPN yang kini menjabat Direktur Jenderal Penataan Agraria dan Tata Ruang (PPTR).

Sebelum menduduki posisi tersebut, Lampri menjabat Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Tengah. Sementara Nusron merupakan politikus Golkar yang terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dari daerah pemilihan Jawa Tengah II, meliputi Demak, Jepara, dan Kudus.

Nusron kemudian ditunjuk menjadi Menteri ATR/BPN pada Oktober 2024. Beberapa bulan setelah menduduki jabatan tersebut, tepatnya Februari 2026, Nusron mengangkat Lampri sebagai Direktur Jenderal PPTR.

Dengan demikian, hubungan Nusron dan Lampri berada dalam konteks struktural di Kementerian ATR/BPN. Lampri kemudian menempati posisi strategis di bawah kepemimpinan Nusron.

Namun, hubungan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya keterlibatan Nusron dalam perkara yang kini ditangani KPK.

Fahd Arafiq dan Persinggungan Politik Golkar

Nama berikutnya adalah Fahd Arafiq, politikus Golkar yang turut diamankan dalam OTT tersebut.

Jejak Fahd dengan Nusron berada dalam ranah politik. Dalam persiapan Pemilu 2024, Nusron memegang posisi strategis di Partai Golkar sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Golkar.

Pada periode tersebut, Ranny Fahd Arafiq, istri Fahd, ditempatkan sebagai calon anggota legislatif nomor urut satu Partai Golkar untuk daerah pemilihan Jawa Barat VI yang meliputi Kota Bekasi dan Kota Depok.

Baca Juga:  KPK Periksa Eks Stafsus Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Pemerasan TKA Rp 53 Miliar

Penempatan tersebut berlangsung dalam konteks strategi pencalonan Partai Golkar menghadapi Pemilu 2024.

Posisi Nusron sebagai salah satu pengurus strategis bidang pemenangan pemilu membuat keduanya berada dalam lanskap politik yang sama.

Namun, hubungan politik tersebut tidak dapat ditarik sebagai bukti adanya kaitan dengan perkara OTT KPK.

Sejauh ini, belum ada keterangan KPK yang menyebut hubungan Fahd dengan Nusron maupun Partai Golkar berkaitan dengan dugaan korupsi pengurusan HGB.

Arif Sugiyanto dan Jejak Golkar

Nama ketiga adalah Arif Sugiyanto, mantan Bupati Kebumen yang turut diamankan dalam OTT.

Arif memiliki persinggungan dengan Partai Golkar dalam kontestasi Pilkada Kebumen 2024. DPP Golkar sebelumnya memberikan penugasan hingga rekomendasi kepada pasangan Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih untuk maju dalam Pilkada Kebumen.

Keputusan tersebut menunjukkan adanya hubungan politik antara Arif dengan struktur Partai Golkar di tingkat pusat.

Sementara itu, Nusron merupakan salah satu figur penting Golkar yang pernah memegang posisi strategis dalam pemenangan pemilu dan konsolidasi politik partai, khususnya di Pulau Jawa.

Sama seperti Fahd, hubungan politik Arif dengan Golkar merupakan fakta yang berdiri sendiri. Belum ada pernyataan KPK yang menyebut hubungan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi yang menjadi dasar OTT.

Baca Juga:  Dinamika Pimpinan KPK Dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

KPK Dalami Peran 17 Orang

KPK masih berhati-hati dalam membuka konstruksi perkara. Budi mengatakan penyidik masih mendalami peran masing-masing dari 17 orang yang diamankan.

Keterangan para pihak diperlukan untuk membantu penyidik menyusun konstruksi perkara dan kronologi peristiwa.

“Tentunya nanti kami akan sampaikan secara lengkap bagaimana peran masing-masing pihak, apa saja keterangan dan penjelasan yang disampaikan oleh para pihak yang diamankan, yang kemudian tentunya untuk membantu KPK dalam mengkonstruksikan, dalam menyusun bagaimana kronologi peristiwanya,” ujar Budi.

Setelah pemeriksaan dan gelar perkara, KPK akan menentukan pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab dalam perkara tersebut.

Terkait kemungkinan adanya keterkaitan kelompok atau partai politik, Budi menegaskan KPK pada tahap awal masih melihat dugaan perbuatan yang dilakukan secara personal.

“Nanti kita akan lihat tentunya keterkaitannya, neksusnya seperti apa, nanti kita akan update terus perkembangan dari penanganan perkaranya,” terang Budi.

Sejauh ini, KPK belum menyebut Nusron sebagai pihak yang terlibat dalam perkara tersebut. Pendalaman terhadap 17 orang yang diamankan akan menjadi tahap berikutnya untuk mengurai peran masing-masing sekaligus melihat sejauh mana neksus dalam dugaan korupsi pengurusan HGB tersebut. HUM/GIT

TAGGED: Arif Sugiyanto, ATR/BPN, BPN Bogor, Dugaan Korupsi, Fahd Arafiq, HGB Bogor, korupsi HGB, KPK, KPK Jakarta, Lampri, Nusron Wahid, OTT BPN, OTT HGB, OTT KPK, Partai Golkar
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Buka Suara soal OTT KPK di BPN Bogor, Layanan Tetap Normal
15 September 2026
Fahd A Rafiq Ditahan KPK, Tersangka untuk Ketiga Kalinya dalam Kasus Suap HGB Bogor
15 September 2026
Rumah Orang Tua Arif Sugiyanto Sepi Usai Eks Bupati Kebumen Terjaring OTT KPK
15 September 2026
Arif Sugiyanto Terjaring OTT KPK, Punya Pesawat Pribadi dan Harta Rp 16,6 Miliar
15 September 2026
Lampri Terjaring OTT KPK, Ini Daftar Kendaraan dan Harta Dirjen ATR/BPN Rp 7,3 Miliar
15 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Buka Suara soal OTT KPK di BPN Bogor, Layanan Tetap Normal
15 September 2026
Fahd A Rafiq Ditahan KPK, Tersangka untuk Ketiga Kalinya dalam Kasus Suap HGB Bogor
15 September 2026
Rumah Orang Tua Arif Sugiyanto Sepi Usai Eks Bupati Kebumen Terjaring OTT KPK
15 September 2026
Arif Sugiyanto Terjaring OTT KPK, Punya Pesawat Pribadi dan Harta Rp 16,6 Miliar
15 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Pertanahan

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Buka Suara soal OTT KPK di BPN Bogor, Layanan Tetap Normal

Pertanahan

Fahd A Rafiq Ditahan KPK, Tersangka untuk Ketiga Kalinya dalam Kasus Suap HGB Bogor

Pertanahan

Rumah Orang Tua Arif Sugiyanto Sepi Usai Eks Bupati Kebumen Terjaring OTT KPK

Pertanahan

Arif Sugiyanto Terjaring OTT KPK, Punya Pesawat Pribadi dan Harta Rp 16,6 Miliar

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?