MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

6 Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, PVMBG Ungkap Fakta Mengejutkan

Publisher: Redaktur 3 September 2026 3 Min Read
Share
Ilustrasi erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id– Enam gunung api di Indonesia mengalami erupsi secara bersamaan pada 31 Agustus 2026, namun PVMBG memastikan tidak ada bukti erupsi tersebut saling memicu, Kamis 3 September 2026.

Enam gunung api yang mengalami erupsi tersebut yakni Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Rita Susilawati, menjelaskan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Indonesia memiliki 127 gunung api aktif sehingga erupsi beberapa gunung pada hari yang sama dapat terjadi tanpa adanya keterkaitan sistemik.

Baca Juga:  5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, DPR Desak Pencarian Maksimal

“Kalau bahasa sederhananya dapurnya itu masing-masing, dapurnya itu sendiri-sendiri, begitu ya, dan proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya itu juga berbeda-beda,” kata Rita.

Ia menegaskan PVMBG tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan pada 31 Agustus 2026.

“Kami tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan di tanggal 31 Agustus,” lanjutnya.

Rita juga meluruskan anggapan mengenai gempa bumi yang kerap dikaitkan dengan erupsi gunung api.

Menurutnya, gempa tektonik tidak secara otomatis memicu erupsi gunung api, kecuali terdapat bukti dari lonjakan data pemantauan internal gunung.

Baca Juga:  Gunung Semeru: Deretan Letusan Terdahsyat Sejak Tahun 1818

Di tengah erupsi sejumlah gunung api tersebut, aktivitas Gunung Sinabung mengalami peningkatan.

Status Gunung Sinabung di Sumatera Utara naik dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB.

Kenaikan status tersebut dilakukan setelah Gunung Sinabung menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berstatus Level III atau Siaga yang berlaku sejak 2 Juli 2026.

Pada 31 Agustus 2026, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dengan kolom abu setinggi 200 meter.

Erupsi Anak Krakatau juga memunculkan kekhawatiran warga pesisir Banten dan Lampung terkait potensi tsunami.

Baca Juga:  Gunung Semeru 2 Kali Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius 13 Kilometer

Namun, PVMBG mengimbau masyarakat tidak panik karena erupsi gunung api tersebut tidak serta-merta menimbulkan tsunami.

PVMBG juga meminta masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi terkait zona bahaya, khususnya di kawasan Gunung Sinabung.

Masyarakat diminta mengosongkan zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius 6 kilometer pada sektor selatan-timur.

Warga juga diminta mewaspadai ancaman lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Sinabung. HUM/GIT

TAGGED: Anak Krakatau, Erupsi, Gunung api, gunung berapi, Gunung Ibu, Gunung Lewotobi, Gunung Semeru, Gunung Sinabung, Ili Lewotolok, PVMBG, Ring of Fire, tsunami
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad2
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Survei PPI: 65,4 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo
19 Oktober 2026
Survei PPI: Amran Sulaiman, Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir Dinilai Berkinerja Terbaik
19 Oktober 2026
Viral Cambuk Kepala SPPG di KPPG Bogor, Korwil Purwakarta Dicopot dan Disidang Etik
19 Oktober 2026
Orang Utan Kebingungan di Bekas Kebakaran Kalteng, BKSDA Evakuasi
19 Oktober 2026
Survei PPI: Elektabilitas Prabowo 31,6 Persen, Dedi Mulyadi 11,4 Persen
19 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Survei PPI: 65,4 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo
19 Oktober 2026
Survei PPI: Amran Sulaiman, Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir Dinilai Berkinerja Terbaik
19 Oktober 2026
Viral Cambuk Kepala SPPG di KPPG Bogor, Korwil Purwakarta Dicopot dan Disidang Etik
19 Oktober 2026
Orang Utan Kebingungan di Bekas Kebakaran Kalteng, BKSDA Evakuasi
19 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Pemerintahan

Survei PPI: 65,4 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo

Pemerintahan

Survei PPI: Amran Sulaiman, Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir Dinilai Berkinerja Terbaik

Headlines

Viral Cambuk Kepala SPPG di KPPG Bogor, Korwil Purwakarta Dicopot dan Disidang Etik

Peristiwa

Orang Utan Kebingungan di Bekas Kebakaran Kalteng, BKSDA Evakuasi

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?