JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polisi terus mengusut kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan tak bernyawa di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Penyidik kini menyisir rekaman CCTV serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban, Senin 27 Juli 2026.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, penyelidikan saat ini difokuskan pada pengumpulan petunjuk di lokasi kejadian perkara (TKP), termasuk rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
“Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP,” ujar Iskandarsyah saat dikonfirmasi, Senin 27 Juli 2026.
Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala lantaran kondisi TKP dinilai sudah tidak steril. Lokasi tersebut telah dilalui banyak orang sejak korban pertama kali ditemukan pada Kamis 23 Juli 2026.
“Infonya TKP kan sudah beberapa hari, sudah rusak ya. Itu jadi kendalanya. Pasti orang sudah berlalu lalang di situ sejak hari Kamis,” katanya.
Selain olah TKP, polisi juga telah bersurat kepada pihak rumah sakit untuk memperoleh data medis korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Habis itu kita olah TKP, sementara masih kita bersurat ke pihak rumah sakit minta data-datanya,” tambahnya.
Polisi hingga kini juga belum membeberkan identitas lengkap maupun latar belakang korban karena masih dalam tahap pendalaman.
Sebelumnya beredar informasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.
Korban juga disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Namun, informasi tersebut masih didalami penyidik.
“Masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto, Minggu 26 Juli 2026.
Budi menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis 23 Juli 2026.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring sebelum dinyatakan meninggal dunia.
“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan kini melakukan penyelidikan menyeluruh.
Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Penyidik juga mendalami riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta berbagai informasi lain yang dinilai berkaitan dengan kasus tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Sutrimo masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. HUM/GIT


