PANDEGLANG, Memoindonesia.co.id – Keluarga lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mendatangi Posko SAR di Carita, Pandeglang, untuk menunggu kabar pencarian, Rabu 9 September 2026.
Keluarga salah satu jurnalis, Ari Basuki, yakni Lintang, terlihat berada di Pos SAR Nasional bersama keluarga korban lainnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas Basarnas, Polri, dan relawan telah berada di Pos SAR Nasional. Sejumlah kendaraan, kapal karet, hingga ambulans juga disiagakan di lokasi.
Lintang mengatakan dirinya dan Ari tinggal di Bogor. Sebelum berangkat, Ari masih berkomunikasi dengan istrinya pada Senin 7 September 2026 untuk menanyakan kondisi anak mereka.
“Terakhir itu dengan anaknya sekitar pukul 13.43 WIB. Itu terakhir, nanyain ke anaknya,” kata Lintang.
Menurut Lintang, Ari sebelumnya telah berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke kawasan Selat Sunda guna melihat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Lintang berharap tim SAR segera menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal lainnya dalam kondisi selamat.
“Ya, semoga begitu. Semoga dalam keadaan selamat,” ucapnya.
5 Kapal Dikerahkan
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan.
“Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan,” kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, Rabu 9 September 2026.
Tim SAR gabungan mengerahkan lima kapal untuk menyisir perairan Selat Sunda dengan total area pencarian sekitar 271 nautical mile (NM).
Lima kapal tersebut yakni KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KP Sanjaya 7016 milik Polairud Mabes Polri.
“Berdasarkan rencana operasi SAR (SARMEP), area pencarian dibagi ke beberapa sektor dengan total sekitar 271 NM. KN SAR Tetuka dan KAL Anyer melakukan penyisiran di sektor masing-masing, sementara RIB 02 Banten difokuskan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang,” ujarnya. HUM/GIT


