ARLINGTON, Memoindonesia.co.id – Kapten Timnas Belanda Virgil van Dijk mengkritik kebijakan hydration breaks yang diterapkan FIFA di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 karena dinilai tidak selalu diperlukan dan lebih menguntungkan kepentingan iklan siaran, Selasa 16 Juni 2026.
FIFA menerapkan hydration breaks atau jeda minum pada seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut memberikan waktu sekitar tiga menit kepada pemain dari kedua tim untuk beristirahat dan mengonsumsi cairan pada setiap babak pertandingan.
Hydration breaks diberlakukan untuk mengantisipasi cuaca panas selama pertandingan berlangsung serta mencegah pemain mengalami kelelahan dan dehidrasi.
Aturan tersebut juga diterapkan saat Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang di Dallas Stadium, Texas, Senin 15 Juni 2026.
Dalam pertandingan itu, Belanda unggul lebih dahulu melalui gol Virgil van Dijk. Jepang kemudian menyamakan kedudukan lewat Keito Nakamura.
De Oranje kembali memimpin setelah Crysencio Summerville mencetak gol. Namun, Daichi Kamada menyelamatkan Jepang dari kekalahan melalui gol penyeimbang pada menit-menit akhir pertandingan.
Usai laga, Van Dijk mempertanyakan penerapan hydration breaks. Menurutnya, kondisi cuaca di Dallas Stadium tidak terlalu panas, terlebih stadion tersebut dilengkapi fasilitas pendingin udara.
Selain itu, bek Liverpool tersebut menyindir bahwa jeda minum justru dimanfaatkan untuk kepentingan iklan selama siaran pertandingan berlangsung.
Menurutnya, hydration breaks seharusnya tidak diterapkan secara otomatis pada seluruh pertandingan. Kebijakan tersebut dinilai lebih tepat diterapkan ketika kondisi cuaca benar-benar panas.
“Jeda minum agak menarik, karena saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini, dan setiap kali ada jeda iklan sebentar. Tidak terlalu saya sukai,” ujar Van Dijk dikutip dari ESPN.
“Saya pikir bagi penonton netral di TV juga tidak bagus. Jika cuacanya sangat panas, tentu akan bagus untuk menayangkannya. Tapi menurut saya, kita harus melihatnya di setiap pertandingan secara terpisah,” jelasnya. HUM/GIT

