MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Hajar Aswad Pernah Dijarah dan Hilang 22 Tahun dari Kakbah di Makkah

Publisher: Redaktur 22 Mei 2026 3 Min Read
Share
Hajar Aswad pernah dijarah kelompok Qaramithah dan hilang dari Kakbah selama 22 tahun.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Hajar Aswad pernah dijarah kelompok Qaramithah dan hilang selama 22 tahun dari Kakbah saat musim haji di Makkah.

Hajar Aswad merupakan batu mulia yang diyakini berasal dari surga dan tertanam di sudut Kakbah. Batu tersebut menjadi simbol sakral bagi umat Islam sehingga jutaan jemaah haji dan umrah rela berdesakan demi dapat mencium atau sekadar memberikan penghormatan.

Namun, dalam sejarah Islam, Hajar Aswad pernah mengalami penjarahan yang menjadi salah satu tragedi paling kelam di Tanah Suci. Peristiwa itu juga disertai pembantaian terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji.

Kisah penjarahan Hajar Aswad terjadi pada tahun 930 M atau 317 Hijriah ketika kelompok Qaramithah pimpinan Abu Thahir menyerbu Tanah Haram.

Baca Juga:  KPK Sebut Eks Menag Yaqut Terima Fee dari Percepatan Berangkat Haji Tanpa Antre

Dalam buku 13 Misteri di Kota Mekkah karya Dedi disebutkan, peristiwa bermula saat rombongan jemaah haji dari Irak pimpinan Manshur ad Dailami tiba di Makkah dalam keadaan selamat.

Namun, pada Hari Tarwiyah atau 8 Zulhijah, kelompok Qaramithah yang merupakan sekte Syiah Ismailiyah membuat kerusuhan di kawasan Tanah Haram.

Mereka merampok harta para jemaah haji dan menyerang umat Islam yang sedang beribadah di sekitar Kakbah.

Sementara itu, Abu Thahir berdiri di depan pintu Kakbah sambil menyaksikan pasukannya menyerang jemaah haji.

“Saya adalah Allah. Saya bersama Allah. Sayalah yang menciptakan makhluk-makhluk. Dan sayalah yang akan membinasakan mereka,” ucap Abu Thahir.

Baca Juga:  Kakanim Kelas I Khusus TPI Batam Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2025

Setelah penyerangan terjadi, Abu Thahir memerintahkan pasukannya membuang jasad korban ke sumur Zamzam. Sebagian korban lainnya dikuburkan di area Masjidil Haram.

Kelompok tersebut juga menghancurkan kubah sumur Zamzam, mencopot pintu Kakbah, serta merobek kiswah Kakbah di hadapan pasukannya.

Selain itu, Abu Thahir memerintahkan pasukannya mencongkel Hajar Aswad dari tempatnya.

“Mana burung-burung Ababil? Mana bebatuan dari Neraka Sijjil?” katanya.

Hajar Aswad kemudian dibawa ke wilayah Hajr atau Ahsa bersama harta rampasan milik jemaah haji. Batu suci itu berada di wilayah tersebut selama 22 tahun.

Menurut Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah, Hajar Aswad akhirnya dikembalikan ke Makkah pada tahun 339 Hijriah.

Baca Juga:  Ancaman Bom Mereda, Ratusan Jemaah Haji Jatim Kembali Terbang ke Surabaya Dini Hari

Pengembalian itu disambut sukacita umat Islam karena berbagai upaya sebelumnya untuk menebus Hajar Aswad selalu gagal.

Bahkan, Amir Bajkam at Turki pernah menawarkan 50 ribu dinar kepada Abu Thahir agar batu tersebut dikembalikan, namun ditolak.

Sebelum dikembalikan ke Makkah, kelompok Qaramithah sempat membawa Hajar Aswad ke Kufah dan menggantungkannya di Masjid Kufah agar dilihat masyarakat.

Abu Thahir kemudian menuliskan sebuah ketetapan mengenai pengembalian batu tersebut.

“Kami dahulu mengambilnya dengan sebuah perintah. Dan sekarang kami mengembalikannya dengan perintah juga, agar pelaksanaan manasik haji umat menjadi lancar.”

Hajar Aswad akhirnya dikirim kembali ke Makkah menggunakan seekor tunggangan dan tiba pada bulan Zulkaidah tahun 339 Hijriah. HUM/GIT

TAGGED: abu thahir, batu surga, Hajar Aswad, Jemaah Haji, ka'bah, Makkah, masjidil haram, Musim Haji, penjarahan hajar aswad, qaramithah, sejarah islam, tanah haram
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Ayyoub Bouaddi Bersinar di Piala Dunia 2026, Diincar Liverpool hingga Real Madrid
15 Juni 2026
Harga Makanan dan Minuman di Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan, Air Mineral Tembus Rp 125 Ribu
15 Juni 2026
Hasil Belanda vs Jepang 2-2, Gol Daichi Kamada Selamatkan Samurai Biru
15 Juni 2026
Jerman Vs Curacao 7-1, Die Mannschaft Pesta Gol di Piala Dunia 2026
15 Juni 2026
KPK Terima Vonis Noel dalam Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker
15 Juni 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Terima Vonis Noel dalam Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker
15 Juni 2026
Skandal Motor Listrik BGN, Kejagung Temukan Markup Harga dan Pembayaran Fiktif
14 Juni 2026
Komisi X DPR Minta Temuan BPK Dana BOS Diusut usai 326 Kepala Sekolah Sulsel Terancam Mundur
14 Juni 2026
KPK Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim, Dua Koper Diamankan
13 Juni 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Piala Dunia 2026

Ayyoub Bouaddi Bersinar di Piala Dunia 2026, Diincar Liverpool hingga Real Madrid

Piala Dunia 2026

Harga Makanan dan Minuman di Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan, Air Mineral Tembus Rp 125 Ribu

Piala Dunia 2026

Hasil Belanda vs Jepang 2-2, Gol Daichi Kamada Selamatkan Samurai Biru

Piala Dunia 2026

Jerman Vs Curacao 7-1, Die Mannschaft Pesta Gol di Piala Dunia 2026

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?