MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Jusuf Kalla Kenang Awal Masuk Politik usai Dipanggil Gus Dur

Publisher: Redaktur 16 Mei 2026 4 Min Read
Share
Jusuf Kalla menghadiri acara tasyakuran ulang tahunnya ke-84 di Jakarta Selatan.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengenang awal perjalanan politiknya yang dimulai setelah diminta Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur masuk kabinet, Sabtu 16 Mei 2026.

Hal itu disampaikan JK saat acara tasyakuran ulang tahunnya yang ke-84 di kediamannya di Jalan Brawijaya IV, Jakarta Selatan.

JK mengaku tidak pernah merencanakan masuk dunia politik. Menurutnya, langkah ke pemerintahan terjadi secara tiba-tiba ketika dirinya menjadi anggota MPR utusan daerah.

“Waktu tiba-tiba Pak Gus Dur usul kabinet, terus, ‘Siapa yang mewakili Indonesia timur?’ Cuma satu yang bisa, cuma saya. Masuklah saya kabinet,” kata JK.

Sejak saat itu, karier politik JK terus berkembang. Ia pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, hingga dua kali menjadi wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.

Baca Juga:  Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta

“Jadi anggota DPR dulu, jadi menteri, kemudian jadi Menko Kesra, wakil presiden, ke presiden gagal,” ujarnya.

JK kemudian membagi perjalanan hidupnya ke dalam tiga fase besar. Fase pertama adalah masa pendidikan dan organisasi sejak kecil hingga usia 25 tahun.

“Hidup saya itu terbagi tiga bagian. Sepertiga, sepertiga. Dari kecil sampai 25 tahun, sekolahan. Sambil aktif bermacam-macamlah kalau dihitung jumlahnya kegiatan itu. Segala macam organisasi dijalani, 25 tahun,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan, JK melanjutkan usaha milik ayahnya selama puluhan tahun sebelum akhirnya aktif di dunia politik dan pemerintahan.

Ia juga mengungkapkan pernah diminta mengisi posisi Kepala Bulog karena skripsinya saat kuliah membahas persoalan beras.

“Waktu tamat fakultas ekonomi, skripsi saya tentang beras. Jadi Kepala Bulog-nya mau diganti, minta saya gantikan. Karena ‘Pak Jusuf yang tahu betul tentang itu’,” katanya.

Baca Juga:  Dolopo, Desa Binaan Imigrasi Madiun, Komitmen Ditjen Imigrasi Halau Perdagangan Manusia

Namun tawaran tersebut tidak diambil setelah ayahnya meminta dirinya fokus melanjutkan perusahaan keluarga.

“Tapi begitu tanya bapak saya, cuma satu jawabannya, ‘Jadi? Siapa lanjutkan perusahaan?’ Waduh,” ujar JK disambut tawa tamu.

JK kemudian memilih menekuni dunia usaha secara bertahap mulai dari manajer hingga akhirnya menjadi direktur utama perusahaan keluarga.

Selain itu, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut mengaku kini lebih fokus pada empat bidang yang disebutnya sebagai A-B-S-D, yakni agama, bisnis, sosial, dan perdamaian.

“Sekarang, saya bilang saya hanya urus A-B-S-D. Urus agama, sebagai Ketua Dewan Masjid. Urus bisnis, lihat anak saya sini yang pegang, saya lihat-lihat saja,” tuturnya.

Baca Juga:  Anak JK, Airlangga, hingga Setya Novanto Jadi Pengurus Golkar

Terkait perdamaian, JK mengaku masih aktif membantu penyelesaian konflik di dua negara. Namun ia enggan membeberkan detail proses tersebut.

“Kami sekarang masih urus ada dua negara untuk bagaimana dia damai, tapi prinsip saya perdamaian itu tidak boleh diumbar. Tidak boleh dipublikasikan sebelum mencapai 80 persen,” jelasnya.

JK kemudian mencontohkan proses perdamaian Aceh yang dilakukan secara tertutup hingga tercapai kesepakatan di Helsinki, Finlandia.

“Dulu Aceh begitu, tidak ada yang tahu bahwa ada pertemuan di Helsinki sampai selesai,” imbuhnya.

Di usia 84 tahun, JK bersyukur masih diberikan kesehatan. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak amal dan ibadah seiring bertambahnya usia.

“Boleh mengatakan umur panjang, boleh mengatakan, ‘Alhamdulillah umur Bapak tinggal sedikit.’ Artinya di situ ibadah penting karena tinggal sedikit,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: dmi, gus dur, JK, Jusuf Kalla, kabinet gus dur, menko kesra, perdamaian aceh, PMI, politik indonesia, tokoh nasional, ulang tahun jk, wapres ri
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Libur Iduladha 2026 dan Cuti Bersama Jadi Long Weekend hingga Awal Juni
16 Mei 2026
Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Dibuka Gratis untuk Masyarakat
16 Mei 2026
Polisi Tembak Mati Penembak Bripka Anumerta Arya di Pesawaran Lampung
16 Mei 2026
Sindikat Oknum Kargo Soetta Curi 108 Tas Lululemon, Kerugian Ekspor Rp 1 Miliar
16 Mei 2026
Dari Kiri: Kabid Wasdakim Dodi Gunawan Ciptadi, Kakanim Surabaya Agus Winarto, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko, dan perwakilan Koordinator UPTD PPA Sidoarjo.
Tragis, WNA India Overstay Ratusan Hari Ditemukan Meninggal di Ruang Deteni Imigrasi Surabaya
15 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Libur Iduladha 2026 dan Cuti Bersama Jadi Long Weekend hingga Awal Juni
16 Mei 2026
Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Dibuka Gratis untuk Masyarakat
16 Mei 2026
Polisi Tembak Mati Penembak Bripka Anumerta Arya di Pesawaran Lampung
16 Mei 2026
Sindikat Oknum Kargo Soetta Curi 108 Tas Lululemon, Kerugian Ekspor Rp 1 Miliar
16 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Libur Iduladha 2026 dan Cuti Bersama Jadi Long Weekend hingga Awal Juni

Jawa Timur

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Dibuka Gratis untuk Masyarakat

Hukum

Polisi Tembak Mati Penembak Bripka Anumerta Arya di Pesawaran Lampung

Hukum

Sindikat Oknum Kargo Soetta Curi 108 Tas Lululemon, Kerugian Ekspor Rp 1 Miliar

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?