JAKARTA, Memoindonesia.co.id – KPK mengapresiasi putusan majelis hakim yang menyatakan dua terdakwa kasus korupsi pengadaan LNG bersalah hingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 2 triliun, Senin 4 Mei 2026.
“Yang pertama terkait dengan putusan perkara LNG. KPK menyampaikan apresiasi pada majelis hakim yang telah memutus bersalah terhadap terdakwa saudara HK dan saudara YA,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo.
Menurutnya, dalam perkara tersebut LNG yang telah dibeli justru dijual kembali tanpa melalui proses distribusi di dalam negeri.
“Jadi LNG yang sudah dibeli tersebut dijual kembali tanpa landing dulu di Indonesia, tetapi langsung dijual sehingga terjadi spekulasi bisnis yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 2 triliun,” sebutnya.
Selain itu, dua terdakwa yakni mantan Direktur Gas PT Pertamina Hari Karyuliarto dan mantan VP Strategic Planning Business Development Direktorat Gas Pertamina Yenni Andayani telah divonis penjara.
Hari dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara, sedangkan Yenni divonis 3,5 tahun penjara.
Sementara itu, majelis hakim menyatakan keduanya terbukti menyalahgunakan kewenangan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar USD113.839.186,60.
Hakim juga menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi sebagai keadaan memberatkan.
Adapun keadaan meringankan yakni kedua terdakwa telah berusia di atas 60 tahun dan belum pernah dihukum.
Majelis hakim menyatakan Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani terbukti melanggar Pasal 3 juncto UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP sesuai dakwaan kedua. HUM/GIT

