MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Pemerintah Indonesia Kutuk Serangan di Lebanon, Tiga Prajurit TNI Kembali Terluka

Publisher: Redaktur 5 April 2026 3 Min Read
Share
Pasukan perdamaian PBB berjaga di Lebanon Selatan di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan di Lebanon Selatan yang kembali melukai tiga prajurit TNI dalam misi Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL), Sabtu 4 April 2026.

Setidaknya tiga prajurit TNI terluka akibat ledakan yang terjadi pada Jumat 2 April 2026 di wilayah Lebanon Selatan.

Insiden ini menambah daftar korban setelah sebelumnya tiga prajurit TNI gugur akibat serangan pada 28 dan 29 Maret 2026.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan kecaman keras usai prosesi pelepasan jenazah prajurit di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian, dalam hal ini UNIFIL, kemudian kita juga menuntut dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” kata Sugiono.

Baca Juga:  Menlu Ungkap 8 Ribu Pasukan TNI Dikirim ke Gaza Bertahap, Awal Penempatan di Rafah

Menurutnya, pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian tidak dilengkapi untuk operasi tempur.

“Harus ada guarantee keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. They are peacekeeping, not peacemaking, mereka tidak dilengkapi untuk membuat peacemaking, perlengkapan dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, dan ini merupakan mandat dari PBB,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia mendesak PBB untuk mengevaluasi keselamatan prajurit penjaga perdamaian, khususnya yang bertugas dalam misi UNIFIL.

“Kita juga meminta PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB, khususnya di UNIFIL ini. Oleh karena itu, kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka,” katanya.

Baca Juga:  Siapkan 20 Ribu Personel TNI untuk Pasukan Perdamaian ke Gaza

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah menerima laporan terkait tiga prajurit TNI yang terluka akibat ledakan tersebut.

“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka, yang juga penyebabnya seperti halnya dua insiden sebelumnya terjadi, itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” ujar Sugiono.

Ia menambahkan pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat terkait insiden tersebut.

“Dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan menyetujui untuk melaksanakan rapat luar biasa,” katanya.

Dalam catatan, hingga kini terdapat 11 prajurit TNI yang menjadi korban dalam misi perdamaian di Lebanon, dengan tiga di antaranya gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  PBB Ungkap Penyebab 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Tank Israel dan IED

Adapun prajurit yang gugur yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sementara prajurit yang mengalami luka-luka antara lain Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto. HUM/GIT

TAGGED: dewan keamanan pbb, keamanan prajurit, konflik lebanon, korban tni, ledakan lebanon, menlu sugiono, misi PBB, pasukan perdamaian, prajurit terluka, serangan lebanon, tni lebanon, unifil
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko (kiri) bersama Direktur Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Yuldi Yusman merilis perkara WNA Australia masuk Indonesia secara ilegal.
Nekat Terobos Batas! Ditjen Imigrasi Sikat 3 WNA Australia, Illegal Entry Berujung Meja Hijau
9 April 2026
Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum
9 April 2026
Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
9 April 2026
Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat
9 April 2026
Komisi I DPR Nilai Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Momentum Stabilitas Kawasan
9 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko (kiri) bersama Direktur Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Yuldi Yusman merilis perkara WNA Australia masuk Indonesia secara ilegal.
Nekat Terobos Batas! Ditjen Imigrasi Sikat 3 WNA Australia, Illegal Entry Berujung Meja Hijau
9 April 2026
Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum
9 April 2026
Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus
9 April 2026
Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat
9 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko (kiri) bersama Direktur Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Yuldi Yusman merilis perkara WNA Australia masuk Indonesia secara ilegal.
Imigrasi

Nekat Terobos Batas! Ditjen Imigrasi Sikat 3 WNA Australia, Illegal Entry Berujung Meja Hijau

Hukum

Andrie Yunus Tolak Peradilan Militer, Minta Kasus Air Keras Diadili Umum

Hukum

Komnas HAM Minta Akses Periksa 4 Prajurit TNI Tersangka Kasus Andrie Yunus

Pemerintahan

Presiden Prabowo Singgung Kelompok Anti Kerja Sama, Pemerintah Tetap Fokus Rakyat

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?