MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Debat Sengit Pasha dan Wamen PPPA Veronica Tan Soal Program Pemberdayaan Perempuan

Publisher: Redaktur 30 Januari 2026 3 Min Read
Share
Pasha berdebat dengan Wamen PPPA Veronica Tan dalam rapat Komisi VIII DPR RI.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) diwarnai debat sengit terkait arah program pemberdayaan perempuan, Senin 26 Januari 2026.

Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo atau Pasha mempertanyakan program khusus Kementerian PPPA yang dinilainya belum menyentuh pemberdayaan perempuan secara nyata.

“Saya pribadi bingung karena hampir sama sekali kita nggak tahu sebenarnya yang dibikin Kementerian PPPA ini apa,” ujar Pasha.

Ia menilai selama ini kunjungan ke daerah tidak pernah melibatkan program pemberdayaan konkret dari Kementerian PPPA.

“Kok kita ke daerah selama ini turun itu yang beririsan dengan Kementerian PPPA, yang prinsip ya, bukan sekadar sosialisasi. Kita belum pernah diajak Bu Menteri ini dari program Kementerian PPPA, khususnya pemberdayaan yang betul-betul sudah berjalan,” sambungnya.

Baca Juga:  PBNU Terima Permohonan Maaf Gus Yahya dan Tinjau Ulang Pemberhentian Ketua Umum

Selain itu, Pasha menilai mayoritas program Kementerian PPPA lebih fokus pada isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dari sekian halaman yang saya baca itu, semuanya persoalan tentang perempuan, kekerasan, penculikan. Jadi ini sebetulnya kementerian atau Polres? Tidak ada satu poin yang saya lihat ini betul-betul memberdayakan,” kata Pasha.

Pasha juga menyinggung program yang dikaitkan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih yang dinilainya belum menyasar perempuan secara spesifik.

“Di mana guru-guru madrasah? Ini guru-guru banyak perempuan. Guru ngaji juga perempuan. Guru honorer yang sekarang sedang memperjuangkan hidupnya juga banyak perempuan, tapi tidak ada disinggung di sini,” ucapnya.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Resmi Bercerai dengan Atalia Praratya Berdasarkan Putusan PA Bandung

Sementara itu, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menjelaskan keterbatasan anggaran kementeriannya dan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“KemenPPPA memang mengurus setengah perempuan seluruh Indonesia dan sepertiganya adalah anak. Dengan anggaran yang kecil memang sangat susah kalau kita tidak melakukan kolaborasi,” ujar Veronica.

Pasha kemudian menyela dan menilai penjelasan tersebut lebih mengarah pada perlindungan hukum, bukan pemberdayaan perempuan.

“Yang dijelaskan oleh Ibu Wamen tadi sama juga dilakukan oleh Komnas Perempuan. Kita pahami dulu definisi pemberdayaan perempuan itu apa sebenarnya,” kata Pasha.

Menurutnya, peran Kementerian PPPA seharusnya mencakup pemberdayaan perempuan dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia dan perempuan yang tidak lagi bersuami.

Baca Juga:  Istana Prihatin Walkot Madiun Dan Bupati Pati Terjaring OTT KPK

Veronica meminta kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut dan menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri PPPA masih baru menjabat.

“Terima kasih Pak, kasih kami kesempatan. Ibu Menteri dan Ibu Wamen ini masih baru, kami masih perlu belajar bareng, tapi kami sangat mengapresiasi dukungan dari Komisi VIII,” imbuhnya. HUM/GIT

TAGGED: debat dpr, Jakarta, kementerian pppa, komisi viii, pasha ungu, pemberdayaan perempuan, program perempuan, rapat dpr, Veronica Tan, Wamen PPPA
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

PPATK Temukan Dugaan Penyembunyian Omzet Rp 12,49 Triliun di Sektor Tekstil
30 Januari 2026
KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan BJB
30 Januari 2026
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
30 Januari 2026
Sidang Korupsi Izin TKA Kemnaker Ungkap Permintaan Hadiah Umrah
30 Januari 2026
PBNU Terima Permohonan Maaf Gus Yahya dan Tinjau Ulang Pemberhentian Ketua Umum
30 Januari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

PPATK Temukan Dugaan Penyembunyian Omzet Rp 12,49 Triliun di Sektor Tekstil
30 Januari 2026
KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan BJB
30 Januari 2026
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
30 Januari 2026
Sidang Korupsi Izin TKA Kemnaker Ungkap Permintaan Hadiah Umrah
30 Januari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

Purbaya Yudhi Sadewa Rombak 36 Pejabat Kemenkeu
29 Januari 2026
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, saat meluncurkan kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI) bertepatan dengan peringatan Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76.
Imigrasi Resmikan Kebijakan Global Citizen of Indonesia di Hari Bhakti Imigrasi ke-76
27 Januari 2026
Yusril Tegaskan Penetapan Adies Kadir sebagai Calon Hakim MK Kewenangan DPR
28 Januari 2026
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Agus Winarto bersama para kepala bidang dan jajaran mengikuti rangkaian bakti sosial Hari Bakti Imigrasi ke-76.
Puncak HBI ke-76, Imigrasi Surabaya Teguhkan Pengabdian Lewat Syukuran Nasional
28 Januari 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

PPATK Temukan Dugaan Penyembunyian Omzet Rp 12,49 Triliun di Sektor Tekstil

Korupsi

KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan BJB

Korupsi

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Korupsi

Sidang Korupsi Izin TKA Kemnaker Ungkap Permintaan Hadiah Umrah

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?