MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Jaksa Tampilkan Chat WhatsApp Nadiem Sebelum Menjabat Mendikbudristek di Sidang Tipikor

Publisher: Redaktur 16 Januari 2026 2 Min Read
Share
Jaksa menampilkan tangkapan layar chat WhatsApp Nadiem Makarim dalam sidang Tipikor Jakarta.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Jaksa menampilkan tangkapan layar percakapan grup WhatsApp Nadiem Anwar Makarim sebelum menjabat Mendikbudristek yang dinilai memiliki bahasa ngeri saat sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 13 Januari 2026.

Tangkapan layar tersebut ditampilkan ketika mantan Pelaksana Tugas Kasubdit Fasilitasi Sarana, Prasarana, dan Tata Kelola Direktorat SMP Kemendikbudristek, Cepy Lukman Rusdiana, dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.

Jaksa menjelaskan isi percakapan tersebut berkaitan dengan kebijakan perubahan dari Ujian Nasional Berbasis Komputer menjadi Asesmen Kompetensi Minimum. Cepy membenarkan definisi kedua program yang disampaikan jaksa dalam persidangan.

Baca Juga:  KPK Lelang 176 Aset Koruptor Senilai Rp 289 Miliar

“Izin Yang Mulia, saya perlihatkan ada percakapan di WhatsApp. Ini perlu saya tanyakan karena ada kebijakan pendidikan yang terungkap di fakta, adanya perubahan dari UNBK ke program AKM,” kata jaksa.

“Betul,” jawab Cepy.

Selain itu, jaksa membacakan empat poin dalam percakapan grup WhatsApp Nadiem sebelum menjabat sebagai menteri yang ditulis dalam bahasa Inggris. Percakapan tersebut tertanggal 19 September.

“Yang pertama, singkirkan manusia dan gantikan dengan perangkat lunak. Kedua, temukan agen perubahan internal dan berdayakan mereka. Ketiga, membawa masuk tenaga baru dari luar. Keempat, membangun tim baru di dalam pelayanan untuk mengoordinasikan sekutu eksternal. Wah ngeri bahasanya ini,” ujar jaksa.

Baca Juga:  KPK Periksa Kartika Sari Terkait Pertemuan HM Kunang dan Sarjan

Menurut jaksa, isi percakapan tersebut kemudian dikomparasikan dengan kebijakan yang terjadi di Kementerian Pendidikan saat Nadiem menjabat sebagai Mendikbudristek, khususnya perubahan kebijakan dari UNBK menjadi AKM.

“Nah, apakah yang Saudara ketahui pada saat zamannya Pak Nadiem sebagai menteri ada perubahan kebijakan dari penggunaan UNBK menjadi program AKM?” tanya jaksa.

“Ya benar,” jawab Cepy.

Sebelumnya, jaksa mendakwa para terdakwa dalam perkara ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun terkait pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management pada Program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek periode 2019 hingga 2022. HUM/GIT

TAGGED: akm unbk, chat whatsapp, Jakarta, Jaksa KPK, kasus Chromebook, Kemendikbudristek, Nadiem Makarim, sidang tipikor
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Ketamin 1,3 Ton Senilai Rp 2,1 Triliun Disergap di Kepri, BNN Ungkap Modus hingga Vape
10 Agustus 2026
Prabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Perintahkan Pangkas Struktur dan Anak-Cucu BUMN
10 Agustus 2026
Febrio Adiono Disebut Pengantar Jasad Sutrimo, Kejagung Akui Pegawai tapi Bukan Jaksa
10 Agustus 2026
Keluarga Laporkan Kematian Sutrimo, Polisi Siapkan Ekshumasi untuk Ungkap Penyebab Kematian
10 Agustus 2026
Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Polisi Periksa 10 Saksi
8 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Ketamin 1,3 Ton Senilai Rp 2,1 Triliun Disergap di Kepri, BNN Ungkap Modus hingga Vape
10 Agustus 2026
Prabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Perintahkan Pangkas Struktur dan Anak-Cucu BUMN
10 Agustus 2026
Febrio Adiono Disebut Pengantar Jasad Sutrimo, Kejagung Akui Pegawai tapi Bukan Jaksa
10 Agustus 2026
Keluarga Laporkan Kematian Sutrimo, Polisi Siapkan Ekshumasi untuk Ungkap Penyebab Kematian
10 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Ketamin 1,3 Ton Senilai Rp 2,1 Triliun Disergap di Kepri, BNN Ungkap Modus hingga Vape

Nasional

Prabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Perintahkan Pangkas Struktur dan Anak-Cucu BUMN

Kejaksaan

Febrio Adiono Disebut Pengantar Jasad Sutrimo, Kejagung Akui Pegawai tapi Bukan Jaksa

Hukum

Keluarga Laporkan Kematian Sutrimo, Polisi Siapkan Ekshumasi untuk Ungkap Penyebab Kematian

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?