MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Armuji dan Ketum Madas Sedara Sepakat Jaga Surabaya Kondusif

Laporan di Polda Jatim Dicabut

Publisher: Admin 6 Januari 2026 2 Min Read
Share
Wakil Walikota Surabaya, Armuji bersama Ketua Umum Madas Sedarah, Taufik didampingi Rektor Unitomo, Siti Marwiah, Stefanus DKK usai mediasi terbuka.
Wakil Walikota Surabaya, Armuji bersama Ketua Umum Madas Sedarah, Taufik didampingi Rektor Unitomo, Siti Marwiah, Stefanus DKK usai mediasi terbuka.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id — Polemik panas antara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) akhirnya ditutup dengan satu kata: damai.

Ketegangan yang sempat menyeret laporan hukum itu berakhir usai kedua pihak sepakat berdamai dalam forum mediasi terbuka di Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Selasa, 6 Januari 2026.

Ketua Umum Madas, Mohammad Taufik, menyatakan menerima permohonan maaf Armuji dan memastikan laporan yang sebelumnya dilayangkan ke Polda Jawa Timur resmi dicabut.

“Permintaan maaf sudah kami terima. Laporan akan kami cabut. Hari ini kami memilih bergandengan tangan,” tegas Taufik di hadapan awak media.

Baca Juga:  Digeruduk PKL Pagesangan, Pedagang Minta Wawali Armuji Buka Lahan Berjualan 

Taufik menegaskan, keputusan damai diambil demi menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Surabaya agar tidak terus diguncang polemik yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia bahkan turut menyampaikan permohonan maaf secara pribadi sebagai bentuk penutupan konflik secara bermartabat.

“Kami ingin semua ini selesai dengan baik. Tidak ada lagi gesekan, tidak ada lagi kesalahpahaman,” ujarnya.

Di hadapan forum yang sama, Armuji menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh keluarga besar Madas. Ia mengakui kekhilafannya telah menyebut nama ormas tersebut dalam pernyataan publik yang kemudian memicu kegaduhan.

“Saya khilaf menyebut nama Madas. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi atau menyudutkan,” kata Armuji.

Baca Juga:  Tragedi Miras Maut di Cruz Lounge Bar: Wawali Surabaya Minta Penutupan Sementara hingga Penyelesaian

Armuji menjelaskan, insiden itu bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang ia lakukan menyusul banyaknya aduan masyarakat. Dalam dialog yang disiarkan melalui kanal pribadinya, penyebutan nama Madas terjadi secara spontan saat menanggapi pertanyaan mengenai oknum tertentu.

Ia juga meluruskan soal video yang sempat viral. Menurutnya, dugaan keterkaitan dengan Madas muncul karena kesalahan persepsi visual.

“Saya sempat mengira logo yang terlihat adalah Madas. Setelah diklarifikasi, ternyata bukan, melainkan tulisan Gong Xi Fa Cai,” jelasnya.

Dengan dicabutnya laporan dan disampaikannya permohonan maaf secara terbuka, kedua pihak sepakat menutup polemik ini dan mengembalikan fokus pada upaya menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas Surabaya. HUM/BAD

Baca Juga:  Kasus Penahanan Ijazah, Wakil Menteri Disuruh Masuk Lewat Gerbang Samping, Ebenezer: Banyak Hal yang Janggal
TAGGED: Armuji, cabut laporan, Keamanan, Kondusivitas Surabaya, Madas, Persatuan
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Muhamad Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah
27 Februari 2026
Korban Phishing E-Tilang Palsu Apresiasi Bareskrim Polri
27 Februari 2026
Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi (kanan) bersama Executive Director Southeast Asia STB, Terrence Voon, menunjukkan kerjasama.
Bidik Wisatawan Indonesia, Singapura Perkuat Aliansi Promosi dengan Pakuwon Group
26 Februari 2026
Tak Sekadar Simbolik, Golkar Surabaya Turun Jalan Tebar Takjil Ramadan
26 Februari 2026
Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, mendampingi Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, saat menyerahkan bingkisan kepada anak yatim piatu usai kegiatan evaluasi kinerja.
Imigrasi Kediri Tancap Gas Jadi Motor Transformasi, Evaluasi Kinerja Imigrasi Jatim Disorot Tajam
26 Februari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Muhamad Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah
27 Februari 2026
Korban Phishing E-Tilang Palsu Apresiasi Bareskrim Polri
27 Februari 2026
Waka BGN Ingatkan SPPG Tak Gunakan Mobil Operasional untuk Belanja
26 Februari 2026
Golkar Berduka Atas Wafatnya Alex Noerdin
26 Februari 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Muhamad Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah

Bareskrim

Korban Phishing E-Tilang Palsu Apresiasi Bareskrim Polri

Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi (kanan) bersama Executive Director Southeast Asia STB, Terrence Voon, menunjukkan kerjasama.
Jawa Timur

Bidik Wisatawan Indonesia, Singapura Perkuat Aliansi Promosi dengan Pakuwon Group

Politik

Tak Sekadar Simbolik, Golkar Surabaya Turun Jalan Tebar Takjil Ramadan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?