MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Ajak Massa Jarah Rumah Puan Maharani & Ahmad Sahroni, Pemilik Akun TikTok @HS02775 Ditangkap Polisi

Publisher: Redaktur 4 September 2025 2 Min Read
Share
Dirtipid Siber Bareskrin melakukan konferensi pers soal kasus provokasi demonstrasi.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah berhasil menangkap IS (35), pemilik akun TikTok @HS02775.

Pria tersebut ditangkap atas dugaan penyebaran konten provokatif yang menghasut massa untuk melakukan penjarahan ke kediaman sejumlah anggota DPR RI, termasuk Puan Maharani dan Ahmad Sahroni.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjenpol Himawan Bayu Aji, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu 3 September 2025, menjelaskan modus operandi tersangka.

“Modus perbuatan tersangka adalah membuat dan mengunggah konten video melalui media sosial TikTok miliknya dengan tujuan menimbulkan rasa benci kepada individu, kelompok, atau masyarakat tertentu berdasarkan kebangsaan,” ujar Brigjenpol Himawan.

Baca Juga:  Wamenaker Sebut Perusahaan Diana Biadab: Tahan Ijazah, Batasi Salat Jumat, Gaji di Bawah UMK

Menurut Himawan, penangkapan terhadap IS dilakukan pada 1 September 2025.

Akun TikTok yang dikelola IS secara spesifik memproduksi dan menyebarkan konten yang tidak hanya provokatif tetapi juga berpotensi membahayakan objek vital nasional.

“Akun tersebut memproduksi konten provokatif… dan memberikan hasutan untuk menjarah rumah anggota DPR yaitu Bapak Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Ibu Puan Maharani,” tegasnya.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa IS menggunakan akun anonim untuk melancarkan aksinya.

Akun @HS02775 tersebut telah memiliki 2.281 pengikut dan kini telah disita oleh Bareskrim Polri beserta barang bukti lainnya.

“Akunnya juga akun anonimous sehingga akun ini menjadi indikator memberikan provokasi terhadap situasi yang terjadi,” tambah Himawan.

Baca Juga:  Puan Maharani Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun, DPR Dorong Evaluasi Kebijakan

Saat ini, IS telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk pasal 48 ayat 1 Jo Pasal 32 ayat 1 UU ITE (No. 11 Tahun 2008), pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 UU ITE (No. 1 Tahun 2024), pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 161 ayat 1 KUHP. HUM/GIT

TAGGED: Brigjenpol Himawan Bayu Aji, Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Eko Patrio, Puan Maharani, sahroni, TikTok, Uya Kuya
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Golkar Usung Prabowo pada Pilpres 2029, Pengamat Singgung Peluang Gibran
10 Oktober 2026
Jokowi Buka Suara soal Ijazah SMA Gibran, Singgung Beda Sistem Pendidikan
10 Oktober 2026
Pemakzulan Gibran Mengemuka, PKB Masih Kaji Putusan MK
10 Oktober 2026
Petugas yang Beri Bebas Bersyarat Mas Bechi dan Indra Kenz Disanksi
10 Oktober 2026
Mas Bechi Kembali ke Lapas Malang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut
10 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Golkar Usung Prabowo pada Pilpres 2029, Pengamat Singgung Peluang Gibran
10 Oktober 2026
Jokowi Buka Suara soal Ijazah SMA Gibran, Singgung Beda Sistem Pendidikan
10 Oktober 2026
Pemakzulan Gibran Mengemuka, PKB Masih Kaji Putusan MK
10 Oktober 2026
Petugas yang Beri Bebas Bersyarat Mas Bechi dan Indra Kenz Disanksi
10 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Golkar Usung Prabowo pada Pilpres 2029, Pengamat Singgung Peluang Gibran

Nasional

Jokowi Buka Suara soal Ijazah SMA Gibran, Singgung Beda Sistem Pendidikan

Hukum

Pemakzulan Gibran Mengemuka, PKB Masih Kaji Putusan MK

Pemasyarakatan

Petugas yang Beri Bebas Bersyarat Mas Bechi dan Indra Kenz Disanksi

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?