MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

DPRD Sepakat Makzulkan Bupati Pati, Kemendagri Turun Tangan

Publisher: Redaktur 14 Agustus 2025 2 Min Read
Share
Bupati Pati Sudewo menemui pendemo yang menduduki gedung DPRD.
Ad imageAd image

PATI, Memoindonesia.co.id – Ketegangan politik di Kabupaten Pati semakin memanas. DPRD Pati telah sepakat membentuk panitia khusus (pansus) untuk pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.

Langkah ini diambil setelah gelombang demonstrasi besar-besaran menuntut pengunduran diri bupati akibat kebijakan kontroversialnya, termasuk kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.

Menanggapi dinamika ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan akan terus memantau situasi.

“Kementerian Dalam Negeri memantau terus, memonitor terus perkembangan pansus pemakzulan ini,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan.

Ia menegaskan bahwa Kemendagri akan menunggu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Baca Juga:  Kemendagri Turun Tangan Periksa Bupati Aceh Selatan yang Umrah Saat Bencana

Menurut Benni, proses pemakzulan kepala daerah tidak bisa dilakukan secara instan. DPRD Pati akan mengirimkan usulan ke Pemprov Jateng, yang kemudian akan dilaporkan ke Kemendagri.

“Dari sanalah rekomendasi Pemprov itulah Kemendagri bisa menindaklanjutinya,” jelas Benni. Ia menambahkan, Kemendagri akan mendalami apakah kebijakan Bupati Pati melanggar aturan yang berlaku.

Terlepas dari isu pemakzulan, Kemendagri rupanya sudah bertindak lebih dulu terkait kebijakan kenaikan PBB 250 persen. Benni Irwan mengungkapkan, tim khusus dari Kemendagri telah bertemu dengan Bupati Pati pada 7 Agustus 2025.

“Intinya Pak Bupati itu mencabut, dikaji ulang ya kenaikan beban PBB P2 sampai 250 persen itu,” kata Benni.

Baca Juga:  KPK Ungkap Pengepul Uang Pemerasan Sudewo Pejabat Pemkab Pati

Ia juga meluruskan bahwa kenaikan PBB tersebut tidak merata 250 persen, melainkan bervariasi sesuai Peraturan Bupati (Perbup). Hasil pertemuan itu, lanjut Benni, adalah kesepakatan untuk mengkaji ulang kenaikan PBB yang memicu kemarahan publik.

Di sisi lain, Bupati Pati Sudewo tetap tenang menghadapi desakan mundur. Ia menegaskan bahwa ia dipilih secara konstitusional dan demokratis oleh rakyat.

“Tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu. Semua ada mekanismenya,” ucapnya.

Sudewo juga menyatakan menghormati keputusan DPRD Pati untuk membentuk pansus hak angket. Situasi ini menjadi ujian berat bagi pemerintahan daerah di Pati.

Pertanyaannya, apakah Kemendagri akan menindaklanjuti usulan pemakzulan ini ataukah persoalan akan selesai setelah kebijakan PBB dikaji ulang. HUM/GIT

Baca Juga:  PBB Ungkap Penyebab 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Tank Israel dan IED
TAGGED: Benni Irwan, Bupati Pati Sudewo, DPRD Pati, Kapuspen Kemendagri, Kemendagri, pamakzulan pansus, PBB, Pemprov Jateng, Sudewo
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kakanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Dari “Panglima Wakaf” hingga PWI Award 2026: Asep Heri Kian Kokohkan Peran BPN Jatim
17 April 2026
MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas
17 April 2026
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
17 April 2026
Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook
17 April 2026
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat, Delapan Korban Ditemukan Tewas
17 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas
17 April 2026
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
17 April 2026
Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook
17 April 2026
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat, Delapan Korban Ditemukan Tewas
17 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kakanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Pertanahan

Dari “Panglima Wakaf” hingga PWI Award 2026: Asep Heri Kian Kokohkan Peran BPN Jatim

Hukum

MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas

Kejaksaan

Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel

Korupsi

Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?