MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Raja OTT Harun Al-Rasyid Bongkar Dugaan Upaya Sistematis Firli Bahuri Terkait OTT Harun Masiku dan Hasto

Publisher: Redaktur 10 Mei 2025 2 Min Read
Share
Mantan penyidik senior KPK Harun Al-Rasyid.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Al-Rasyid, yang dikenal sebagai “Raja OTT”, angkat bicara mengenai tindakan mantan Ketua KPK Firli Bahuri yang diduga menyebarkan informasi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto secara sepihak.

Harun menduga, ada upaya sistematis untuk menghambat penyidikan dalam kasus korupsi yang melibatkan buron Harun Masiku.

Pernyataan tersebut merespons kesaksian penyidik KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti, dalam sidang kasus dugaan perintangan penyidikan dengan terdakwa Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Jumat, 9 Mei 2025.

“Kesaksian AKBP Rossa ini sangat penting untuk membuka tabir perintangan penyidikan yang dialami KPK. Ini mencerminkan integritas tinggi seorang penyidik,” ujar Harun Al-Rasyid, Sabtu, 10 Mei 2025.

Baca Juga:  ICW Desak KPK Usut Dugaan Gratifikasi Istri Pejabat yang Terima Fasilitas Mewah dari Pengusaha

Menurut Harun, tindakan Firli yang mengumumkan OTT secara prematur—saat Harun Masiku dan Hasto belum berhasil ditangkap—mengganggu kerja tim penyidik KPK di lapangan. Harun menilai langkah tersebut bukan sekadar kesalahan komunikasi, melainkan bagian dari skenario sistematis yang berpotensi menguntungkan pihak tertentu.

“Firli menyebarkan informasi OTT dalam waktu yang sangat singkat saat tim masih berjibaku mengamankan para tersangka. Ini patut diduga sebagai upaya disengaja untuk membocorkan operasi,” jelas Harun.

Harun mendesak KPK untuk segera memeriksa Firli Bahuri demi mengungkap motif di balik penyebaran informasi yang dinilai prematur tersebut. Jika terbukti adanya niat untuk menghalangi penyidikan, Harun menegaskan KPK harus berani menetapkan Firli sebagai tersangka perintangan penyidikan.

Baca Juga:  Ketua KPK Berang Hasto Tak Terbukti Halangi Penyidikan: Kurang Bukti Apa Sebenarnya?

“Jika setelah pemeriksaan ditemukan unsur kesengajaan dalam membocorkan informasi OTT, maka sudah seharusnya Firli dijerat sebagai tersangka,” tegasnya.

Dalam persidangan, AKBP Rossa Purbo Bekti mengungkap bahwa pengumuman OTT oleh Firli dilakukan ketika tim KPK belum berhasil menangkap Hasto dan Harun Masiku. Rossa juga menyampaikan bahwa setelah informasi OTT tersebar ke media, satu tim satgas yang dipimpinnya justru diganti.

“Pimpinan KPK saat itu, Firli, secara sepihak mengumumkan adanya OTT, padahal posisi para pihak belum diamankan. Kami mempertanyakan keputusan tersebut karena dapat menggagalkan penyidikan,” ungkap Rossa di hadapan majelis hakim Rios Rahmanto. HUM/GIT

Baca Juga:  Resmikan Kebun Raya Mangrove Surabaya, Megawati: Ini Inisiasi Saya Sama Bu Risma
TAGGED: bocorkan OTT, Firli Bahuri, Harun Al Rasyid, Harun Masiku, Hasto Kristiyanto, KPK, OTT, PDI Perjuangan, Perintangan penyidikan KPK, Skandal korupsi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook
11 Maret 2026
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
11 Maret 2026
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek
11 Maret 2026
Panglima TNI Tegaskan Status Siaga 1 Hanya Uji Kesiapsiagaan Personel dan Materiel
11 Maret 2026
Nadiem Makarim Akui Lelah Usai 11 Jam Jadi Saksi Sidang Korupsi Chromebook di Tipikor Jakarta
11 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook
11 Maret 2026
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
11 Maret 2026
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek
11 Maret 2026
Panglima TNI Tegaskan Status Siaga 1 Hanya Uji Kesiapsiagaan Personel dan Materiel
11 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook

Korupsi

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek

Pertahanan

Panglima TNI Tegaskan Status Siaga 1 Hanya Uji Kesiapsiagaan Personel dan Materiel

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?